BPKH Insight di UPI Bandung: Mengubah Persepsi Generasi Muda Tentang Pentingnya Daftar Haji Dini
Kegiatan BPKH Insight di Universitas Pendidikan Indonesia berhasil menumbuhkan kesadaran mahasiswa untuk merencanakan ibadah haji.
Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Muhamad Syarif Abdussalam
Ringkasan Berita:
- Kegiatan BPKH Insight di Universitas Pendidikan Indonesia berhasil menumbuhkan kesadaran mahasiswa untuk merencanakan ibadah haji sejak dini melalui literasi keuangan syariah.
- Anggota BPKH Harry Alexander menekankan pentingnya pengelolaan dana investasi yang produktif demi menjaga keterjangkauan biaya di tengah tantangan ekonomi global.
- Program ini memotivasi generasi muda melihat haji sebagai tujuan hidup yang dapat dipersiapkan secara terstruktur di usia produktif.
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Di tengah panjangnya antrean ibadah haji di Indonesia yang bisa mencapai belasan hingga puluhan tahun, sebuah kesadaran baru mulai tumbuh di kalangan generasi muda, berhaji bukan lagi sekadar mimpi masa tua, tapi rencana hidup yang bisa disiapkan sejak dini.
Kesadaran itu muncul di benak Nazwa Azizah (19), mahasiswi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), saat mengikuti kegiatan BPKH Insight di kampusnya, Rabu (15/4/2026).
Di ruang yang dipenuhi ratusan mahasiswa, ia menemukan cara pandang baru tentang ibadah haji. Bukan hanya soal berangkat, tetapi tentang bagaimana perjalanan itu direncanakan.
“Awalnya cuma ingin nambah wawasan, tapi ternyata jadi kepikiran buat daftar haji dari sekarang,” ujar Nazwa, Selasa (21/4/2026).
Bagi Nazwa, selama ini haji identik dengan usia mapan dan kondisi ekonomi yang stabil. Namun, penjelasan tentang pengelolaan dana haji mengubah persepsinya.
Ia mulai memahami bahwa sistem keuangan haji di Indonesia memungkinkan calon jemaah merencanakan keberangkatan jauh hari sebelumnya.
Melalui pengelolaan yang dilakukan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), dana setoran jemaah tidak hanya disimpan, tetapi dikembangkan melalui instrumen investasi syariah.
Nilai manfaat dari pengelolaan tersebut kemudian digunakan untuk menjaga keterjangkauan biaya haji setiap tahunnya.
Pemahaman itu, menjadi titik balik bagi Nazwa.
“Selama ini mikirnya haji itu nanti saja kalau sudah mapan. Ternyata bisa direncanakan dari sekarang, bahkan sejak masih kuliah,” katanya.
Ia mulai membayangkan langkah-langkah sederhana dari menyisihkan uang saku, belajar mengatur keuangan, hingga menyiapkan diri secara spiritual. Bagi Nazwa, haji bukan lagi sesuatu yang jauh dan abstrak, tapi tujuan yang bisa dicicil sejak hari ini.
“Kalau dari sekarang sudah niat, Insya Allah nanti dimudahkan,” ujarnya.
Fenomena perubahan cara pandang ini menjadi salah satu tujuan utama program BPKH Insight. Kegiatan tersebut dirancang untuk meningkatkan literasi keuangan haji, khususnya di kalangan generasi muda yang selama ini belum menjadi segmen utama dalam perencanaan ibadah haji.
Anggota Badan Pelaksana BPKH, Harry Alexander, menjelaskan bahwa pengelolaan dana haji memiliki peran strategis dalam memastikan keberlanjutan pembiayaan di tengah tingginya minat masyarakat.
“Dana haji dikelola melalui instrumen investasi syariah yang aman dan produktif untuk memberikan nilai manfaat optimal bagi jemaah,” ujar Harry.
| Kuota Haji Cirebon 2026 Anjlok Drastis, Jemaah Berangkat 8 Mei 2026 Melalui Embarkasi Indramayu |
|
|---|
| UPI Siap Gelar UTBK 2026, Antisipasi Adanya Joki dan Pencurian Soal Ujian |
|
|---|
| Ratusan Koper Jemaah Haji Tiba di Kemenhaj Indramayu, Bakal Didistribusikan Melalui KBIH |
|
|---|
| Tahun Ini Jumlah Jemaah Haji Asal Indramayu Tahun Ini mencapat 2.722, Terbanyak Dalam Sejarah |
|
|---|
| Jemaah Haji Kloter 15 Berangkat 2 Mei 2026, Kantor Kemenhaj Ciamis Kini Siaga 1 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Pemateri-dan-peserta-BPKH-Insight-berfoto-bersama-di-Kampus-UP.jpg)