Harga BBM Pertamina
Harga BBM Nonsubsidi Naik Per 1 April, Pengamat Unpar Ingatkan Efek Berantai Ongkos Logistik
Pengamat ekonomi Unpar Aknolt Kristian Pakpahan membedah dampak kenaikan BBM nonsubsidi terhadap inflasi, logistik, dan daya beli masyarakat
Penulis: Putri Puspita Nilawati | Editor: Ravianto
Ringkasan Berita:
- Sektor Terdampak Cepat: Transportasi dan logistik akan mengalami kenaikan biaya operasional yang berujung pada naiknya tarif pengiriman barang.
- Tekanan Inflasi: Kenaikan ongkos distribusi darat dan laut secara langsung akan mendorong kenaikan harga kebutuhan pokok di tingkat konsumen.
- Beban Industri: Perusahaan manufaktur yang bergantung pada BBM untuk mesin dan alat berat akan menghadapi kenaikan biaya produksi dan potensi penundaan investasi.
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Munculnya kabar kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi per 1 April menjadi sorotan.
Hal ini memunculkan rasa khawatir dan dampaknya tidak hanya dirasakan pengguna langsung, tetapi juga berpotensi merambat ke berbagai sektor ekonomi.
Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi di Indonesia dinilai tidak hanya berdampak pada kelompok konsumen tertentu, tetapi juga berpotensi memicu efek berantai yang luas terhadap perekonomian nasional.
Penyesuaian harga ini dampak dari seretnya pasokan minyak mentah dari 2 tanker Pertamina yang tertahan di Selat Hormuz.
Selat Hormuz yang terletak di Timur Tengah merupakan urat nadi sebagian besar impor minyak dan gas dunia.
20 persen pasokan minyak dunia diangkut melewati Selat Hormuz.
Pengamat ekonomi dari Universitas Katolik Parahyangan, Aknolt Kristian Pakpahan, menyebut bahwa implikasi kenaikan tersebut dapat menjalar ke berbagai sektor strategis, mulai dari transportasi hingga daya beli masyarakat.
Menurut Aknolt, sektor transportasi dan logistik menjadi salah satu yang paling cepat terdampak. Hal ini lantaran tidak semua kendaraan angkutan menggunakan BBM bersubsidi, seperti pertamax atau dexlite yang umum dipakai dalam operasional.
“Ketika harga BBM nonsubsidi naik, biaya operasional transportasi ikut meningkat."
Baca juga: Daftar Harga BBM Pertamina Hari Ini Selasa 31 Maret 2026 Se-Indonesia, Pertamax hingga Pertalite
"Dampaknya, tarif angkutan dan pengiriman barang cenderung mengalami kenaikan,” kata Aknolt saat dihubungi, Selasa (31/3/2026).
Kondisi ini, kata Aknolt, menjadi krusial mengingat distribusi barang di Indonesia masih didominasi jalur darat dan laut.
Kenaikan ongkos logistik secara langsung akan mendorong naiknya harga barang di tingkat konsumen.
Dalam jangka pendek, hal ini berpotensi memicu tekanan inflasi.
Lebih lanjut, Aknolt menyoroti ancaman kenaikan harga barang secara umum. Ia menjelaskan bahwa tidak semua distributor maupun produsen menggunakan BBM bersubsidi dalam aktivitasnya.
“Ketika biaya distribusi meningkat, pelaku usaha hampir pasti akan menyesuaikan harga jual untuk menjaga margin. Akibatnya, masyarakat sebagai konsumen akhir harus menanggung kenaikan harga berbagai kebutuhan,” jelasnya.
harga BBM nonsubsidi naik lagi
Harga BBM Naik 1 April
Pengamat Ekonomi Unpar
Inflasi Indonesia 2026
| IHSG Anjlok, Ini Cara Investasi Saham Aman bagi Pemula |
|
|---|
| Analisis Pengamat Ekonomi Unpar Soal Problematika Penetapan Upah Minimum di Jawa Barat |
|
|---|
| Ini Kata Pengamat Ekonomi Unpar Soal Wacana Penghapusan BBN Kendaraan: Bisa Jadi Bumerang |
|
|---|
| Harga Pertalite Siap-siap Naik, Penyesuaian Harga BBM Subsidi Sedang Dikaji Kementerian ESDM |
|
|---|
| Belum Sebulan, Pertamina Naikkan Lagi Harga BBM Nonsubsidi, Ini Harga Terbaru Pertamax Turbo Cs |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/ILUSTRASI-SPBU-Peramina-pastikan-jaminan-pasokan-bbm-dan-lpg.jpg)