Senin, 18 Mei 2026

Sumedang hingga Kuningan Jadi Wilayah Paling Sering Disambar Petir, Warga Diminta Waspada

Tercatat terjadi 108 kali gempa bumi dengan kekuatan terbesar M6.4 dan 351.968 sambaran petir selama Februari di Jabar.

Tayang:
Tribun Jabar/ Hilman Kamaludin
SIMULASI GEMPA BUMI - Ratusan siswa SMPN 1 Bandung saat mengikuti simulasi gempa bumi. 
Ringkasan Berita:
  • BMKG Bandung merilis data aktivitas geofisika dan meteorologi Jawa Barat selama Februari 2026. 
  • Tercatat terjadi 108 kali gempa bumi dengan kekuatan terbesar M6.4 dan 351.968 sambaran petir, di mana wilayah Sumedang hingga Kuningan menjadi titik tersering. 
  • Meski curah hujan tercatat 59.0 mm, BMKG mengimbau warga tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, banjir, dan longsor yang dapat mengganggu aktivitas harian.

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - BMKG Stasiun Geofisika Bandung mencatat sebanyak 108 kali gempa bumi telah mengguncang wilayah Jabar dan sekitarnya selama Februari 2026.

Berdasarkan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi dengan kedalaman dangkal sebanyak 93 kejadian, gempa bumi menengah sebanyak 15 kejadian, dan gempa bumi dalam 0 kejadian dengan rentang kedalaman dari 1 km hingga 167 km. 

Sedangkan untuk magnitudo, gempa bumi terbesar yang tercatat adalah M6.4 dan magnitudo terkecil yang tercatat adalah M0.9. Berdasarkan letak hiposenternya, terjadi 58 gempa bumi yang berpusat di laut selatan Jawa, sedangkan 50 kejadian gempa bumi lainnya berpusat di darat.

"Sepanjang periode Februari 2026, terdapat tujuh kali gempa bumi yang dirasakan, salah satu kejadian gempa bumi dirasakan tersebut terjadi pada 6 Februari 2026 pukul 13:45:31 WIB, yang berpusat 6.87 LS dan 107.74 BT pada kedalaman 13 Km."

"Gempa bumi berkekuatan 3.0 ini berlokasi di 20 km Timur Kota Cimahi, Jawa Barat. Gempa bumi ini dirasakan di Jatinangor, Ciater, Kasomalang dan Cileunyi II-III MMI," kata Kepala Stasiun Geofisika, Teguh Rahayu, Minggu (1/3/2026) dari keterangannya.

Selain itu, BMKG pun mencatat ada 351.968 kejadian petir di wilayah Jawa Barat dan sekitarnya selama periode Februari 2026.

Aktivitas sambaran petir sepanjang periode tersebut menunjukkan pada 22 Februari 2026 merupakan aktivitas tertinggi petir sebanyak 54.623 kejadian. Sedangkan aktivitas petir terendah pada 18 Februari 2026 sebanyak satu kejadian.

"Berdasarkan data kejadian petir yang diperoleh, wilayah dengan jumlah petir tertinggi adalah Sumedang, Majalengka, dan Kuningan. Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," katanya.

Sementara itu, pada periode Februari 2026, di Bandung tercatat data meteorologis di Bandung Raya dan sekitarnya, antara lain data suhu maksimum absolut yang tercatat 33,0°C dan suhu minimum absolut yang tercatat 20,0°C. Adapun suhu rata-rata yang tercatat 24,0°C.

Kemudian, kelembaban udara rata-rata 78 persen, kecepatan angin rata-rata 2,3 Km/jam dengan nilai kecepatan angin tertinggi 24,0 Km/jam dan arah angin terbanyak barat.

"Curah hujan tercatat 59.0 mm dengan 22 hari hujan selama Januari 2026. Mempertimbangkan peningkatan potensi hujan dalam waktu mendatang, kami mengimbau  masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan dan antisipasi dini terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu banjir, genangan, dan longsor yang berdampak pada aktivitas harian maupun transportasi."

"Sebagai langkah mitigasi, masyarakat diharapkan dapat menjaga saluran drainase agar tidak tersumbat serta rutin memantau informasi cuaca resmi BMKG sebelum beraktivitas," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved