KISAH Dika Bocah 10 Tahun dari Bandung yang Bernyali Besar Hobi Tangkap Ular
Seorang bernama Dika menjadi viral setelah videonya menangkap ular beredar di media sosial.
Penulis: Adi Ramadhan Pratama | Editor: Kemal Setia Permana
Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Adi Ramadhan Pratama
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Meski memiliki tubuh ramping dan kecil layaknya bocah berusia 10 tahun pada umumnya, kondisi itu tak menurunkan rasa penasaran bocah bernama Dika terhadap hewan reptil, seperti ular.
Dika atau lengkapnya Muhammad Nandika Saepulloh mendadak jadi bahan perbincangan warganet setelah video menangkap ular dalam jumlah besar beredar luas di media sosial, terutama di platform Instagram.
Tanpa alat bantu, bocah asal Kampung Dangdeur, Desa Kiangroke, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, menangkap ular secara langsung dengan cara memegang bagian kepalanya.
Sambil memperagakan menangkap ular, Dika mengaku sudah genap setahun melakoni hal tersebut.
"Awalnya itu lagi ngurek (mancing belut di sawah). Tapi yang didapat malah ular belang bukan belut," ujar Dika kepada Tribun Jabar, Selasa (30/12/2025).
Baca juga: Profil Ratchaburi FC, Nilai Pasar Rp87,78 M dan Sosok Pemain Termahal Hanya Setengah Nilai Thom Haye
Keberaniannya itu tentu saja bukan tanpa risiko. Meskipun Dika mengaku sama sekali tidak takut dengan gigitan ular, faktanya ia sudah berkali-kali merasakan gigitan dari hewan reptil tersebut.
"Pernah digigit, kaya di telinga, kaki, tangan, banyak. Tapi enggak sakit, enggak sampai meriang lebam," katanya.
Bekas luka gigitan ular memang terlihat di sekujur tubuhnya. Meskipun sudah kering, luka-luka itu tidak membuat bocah pemberani itu menurunkan minatnya untuk memburu ular.
Dalam sehari, Dika bisa menangkap hingga empat ekor ular. Namun kegiatannya tersebut tidak dilakukan setiap hari, melainkan hanya di hari Minggu saja.
"Ularnya itu didapatkan di sawah. Deket dari rumah, banyak, engga tahu apa ularnya," ucapnya.
Dika mengungkapkan bahwa ular hasil tangkapannya kerap dijual ke tetangga. Dengan harga Rp50.000, Dika menggunakan uang tersebut untuk jajan dan dibagikan ke saudara-saudaranya.
Meskipun menangkap ular, bocah pemberani itu dibekali dengan pengetahuan jenis ular yang berbahaya dan yang tidak boleh ditangkap, seperti ular kobra dan weling.
Baca juga: BREAKING NEWS: Pemkot Bandung akan Sanksi Pidana Warga yang Nyalakan Kembang Api di Malam Tahun Baru
"Iya dikasih tahu sama diajari juga, misal jangan menangkap ular kobra sama ular weling, dan yang beracun lainnya, soalnya bahaya," ujarnya.
Sementara itu, di balik keberanian sang anak, ada kekhawatiran besar yang dirasakan sang ibu, Reka Noviyanti (25).
| Mengenal AKP Adam Rohmat, "Bapak Knalpot Brong" Majalengka yang Kini Menjabat Kapolsek Banjaran |
|
|---|
| Kisah Pilu Ayah Banjaran Tolong Korban Hanyut Ternyata Anak Sendiri, Ungkap Ucapan Terakhir Ginasya |
|
|---|
| Pascatragedi Sungai Cibanjaran, Bupati Bandung Siapkan Perbaikan Tanggul dan Jembatan |
|
|---|
| Kisah Tragis Ayah Ginasya, Terjun Menolong Tanpa Tahu yang Hanyut Anak Sendiri di Sungai Cibanjaran |
|
|---|
| Kisah Indra Spontan Loncat ke Sungai Cibanjaran Bandung saat Lihat Ginasya Hanyut, Hadapi Arus Deras |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Bocah-pemberani-penangkap-ular-dari-Kamung-Dangdeur-Banjaran.jpg)