Gereja Advent: Natal Bukan Soal Tanggal, Tapi Makna Keselamatan Manusia
Secara umum tidak ada perbedaan aktivitas peribadatan di GMAHK antara bulan Desember dengan bulan-bulan lainnya.
Penulis: Putri Puspita Nilawati | Editor: Muhamad Syarif Abdussalam
Ringkasan Berita:
- Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) tidak merayakan Natal karena tidak ditemukan perintah eksplisit dalam Alkitab mengenai perayaan tersebut.
- Meskipun tidak merayakan secara resmi, pihak gereja tidak melarang jemaat secara pribadi untuk ikut merayakan dan tidak menganggap hal tersebut sebagai sebuah kesalahan atau dosa.
- Bagi GMAHK, momen Desember tetap diisi dengan panggilan iman yang konsisten untuk menantikan kedatangan Tuhan, sama seperti bulan-bulan lainnya dalam setahun.
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Bulan Desember identik dengan perayaan Natal bagi umat Kristen. Namun, bagi Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK), bulan Desember tidak diperlakukan secara khusus sebagai momentum perayaan Natal.
Hal ini disampaikan Pendeta Hari Susanto selaku Gembala Jemaat GMAHK Naripan.
Pendeta Hari menjelaskan, secara umum tidak ada perbedaan aktivitas peribadatan di GMAHK antara bulan Desember dengan bulan-bulan lainnya.
Setiap bulan dipandang sama, yakni sebagai waktu untuk mengisi kehidupan dengan kesungguhan iman dan penantian akan kedatangan Tuhan.
“Di Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, semua bulan itu sama. Januari sampai Desember adalah hari-hari yang harus diisi dengan panggilan iman untuk menantikan kedatangan Tuhan. Jadi ketekunan dan kesungguhan iman tidak bergantung pada bulan tertentu,” ujar Pendeta Hari kepada tim Studio Tribun Jabar, Rabu (24/12/2025).
Ia menegaskan, Gereja Advent tidak menempatkan Desember sebagai bulan yang lebih istimewa dibandingkan waktu lainnya.
Setiap hari dan setiap saat, umat diajak untuk hidup dalam iman yang konsisten, bukan hanya pada momen-momen tertentu.
Terkait pertanyaan apakah Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh merayakan Natal, Pendeta Hari menyampaikan bahwa secara resmi Gereja Advent memang tidak merayakan Natal, baik di tingkat pusat maupun di tingkat jemaat lokal.
“Secara official, Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh tidak merayakan Natal. Itu berlaku secara kelembagaan, baik di tingkat pusat maupun lokal,” jelasnya.
Meski demikian, ia menekankan bahwa gereja tidak melarang umatnya secara pribadi untuk mengikuti perayaan Natal.
Jika ada anggota jemaat yang ikut merayakannya, hal tersebut tidak dianggap sebagai kesalahan ataupun dosa.
“Dikembalikan kepada pribadi masing-masing. Kalau ada yang ikut merayakan Natal, itu bukan dosa dan bukan kesalahan,” tambahnya.
Pendeta Hari kemudian menjelaskan alasan mengapa Gereja Advent secara resmi tidak merayakan Natal. Menurutnya, seluruh prinsip ajaran Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh berlandaskan pada Alkitab sebagai firman Tuhan.
“Landasan kami adalah Alkitab, apa yang tertulis dan tidak tertulis di dalam Alkitab menjadi dasar. Alkitab juga memberikan peringatan untuk tidak menambahi atau mengurangi apa yang tertulis di dalam Kitab Suci,” ungkapnya.
| Ngabuburit dan Buka Puasa di Gereja Bersama Tokoh Lintas Agama Kota Bandung |
|
|---|
| Dedi Mulyadi Puji Sosok Suster Ika Pelayan Gereja yang Selamatkan 13 Korban TPPO asal Jawa Barat |
|
|---|
| Tren Menginap di Bandung Bergeser, Okupansi Tak Lagi Bergantung Musim Liburan |
|
|---|
| Natal Menguatkan dan Memberkati Keluarga |
|
|---|
| Perkuat Kepedulian Sosial, BNI Kantor Wilayah 04 Bandung bagikan 1.500 paket Pangan Natal |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Pendeta-Hari-Susanto-selaku-Gem.jpg)