Natal Menguatkan dan Memberkati Keluarga
Perayaan Natal Persekutuan Oikumene Lintas Kementerian di Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan yang digelar di Kantor Kementerian Hukum.
TRIBUNJABAR.ID - Jakarta - Keluarga kembali ditegaskan sebagai fondasi penting dalam kehidupan bersama. Pesan itu mengemuka dalam Ibadah dan Perayaan Natal Persekutuan Oikumene Lintas Kementerian di Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan yang digelar di Kantor Kementerian Hukum, Kamis (22/01/2026).
Mengusung tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga”, perayaan Natal tersebut menghadirkan refleksi iman sekaligus pesan kebangsaan. Dalam renungannya, Pdt. Marcel Saerang menyoroti keluarga sebagai titik awal perjalanan hidup manusia hingga memperoleh keberhasilan.
“Semua berawal dari keluarga. Banyak orang bisa mencapai kesuksesan luar biasa karena memiliki sistem pendukung yang kuat, yaitu keluarga,” kata Marcel.
Ia mengingatkan bahwa tantangan keluarga di Indonesia masih besar, tercermin dari tingginya angka perceraian dalam beberapa tahun terakhir. Karena itu, menurut Steve, keluarga perlu dibangun di atas fondasi yang kokoh.
Berangkat dari Markus 10:6–9, Steve merangkum empat prinsip dasar keluarga Kristiani, yakni menempatkan Tuhan sebagai yang pertama dan utama, menerima perbedaan, menjadi keluarga yang mandiri, serta menjaga kesetiaan atau menjadi satu untuk selama-lamanya.
“Allah adalah inisiator yang membentuk keluarga. Sehingga ketika kita mau memulai keluarga maka Allah yang pertama dan utama. Keluarga Kristen bukanlah tanpa masalah, sehingga Tuhan harus dijadikan pondasi. Apapun badainya, rumah tangga kita pasti kuat dan diberkati,” ujarnya.
Sementara itu, Rm. Thomas Ulun Ismoyo, Pr mengajak peserta Natal untuk memandang keluarga secara jujur dan manusiawi. Menurutnya, keluarga memiliki kompleksitas dan dinamika tersendiri, namun tetap menjadi ruang pertama seseorang belajar tentang kasih.
“Keluarga adalah gereja pertama. Di sanalah kita belajar mengalami kasih, penerimaan, pengampunan, mengelola konflik, dan melangkah bersama dalam ketidaksempurnaan,” ucap Thomas.
Ia pun menegaskan bahwa tidak ada keluarga yang sempurna. Namun dalam kondisi itulah keluarga bisa merasakan kehadiran Allah.
“Tidak ada ayah sempurna, tidak ada ibu sempurna. Dalam ketidaksempurnaan itulah kita berjumpa dengan Allah yang sempurna,” katanya.
Thomas berharap sukacita Natal sungguh dihidupi dalam keluarga. Ia mengajak setiap keluarga memohon rahmat Tuhan agar rumah tangga menjadi tempat pertama pembentukan karakter. “Semoga keluarga menjadi tempat dibentuknya karakter takut akan Tuhan, jujur, mau bekerja keras, mau berjuang bersama, dan mampu bekerja sama membangun dunia yang lebih baik,” ujarnya.
Dari perspektif kebangsaan, Wakil Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan, Otto Hasibuan menegaskan bahwa keluarga memiliki peran strategis, bukan hanya bagi pribadi, tetapi juga bagi dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat.
“Memang keluarga itu sangat penting. Kalau kita bisa membahagiakan keluarga kita, maka kita bisa membahagiakan keluarga kita di tempat kerja. Dengan demikian, kita bisa menciptakan kebahagiaan di tengah masyarakat,” kata Otto.
Ia menyinggung realitas kementerian yang dihuni oleh aparatur dari beragam latar belakang suku dan budaya. Namun keberagaman tersebut, menurutnya, disatukan oleh tujuan yang sama, yakni mengabdi kepada bangsa dan negara.
“Kalau kita punya prinsip yang sama bahwa kita hadir untuk melayani bangsa dan negara, mestinya tidak ada persoalan-persoalan di antara kita,” ujarnya.
| EKII Pilihan Tepat Belajar Kekayaan Intelektual |
|
|---|
| Ikuti Rakernis, Kanwil Kemenkum Jabar Bersiap Sukseskan Program Kemenkum Bersama BPHN |
|
|---|
| Kemenkum Jabar Dorong Digitalisasi dan Sertifikasi Internasional Produk Kreatif Jawa Barat |
|
|---|
| Respon Cepat Laporan Warga, Kemenkum Jabar Lakukan Pemeriksaan Intensif Terhadap Notaris |
|
|---|
| Akselerasi Kinerja 2026, Kemenkum Jabar Transformasi Pola Kerja Divisi P3H Lebih Terstruktur |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Perayaan-Natal-Persekutuan-Oikumene-Lintas-Kementerian-di-Bidang-Hukum.jpg)