Senin, 18 Mei 2026

Farhan Buka KG Cup 2025, Tegaskan Bandung Butuh Gerakan Bersih Berkelanjutan

Kompas Gramedia Cup (KGCP) 2025: Clean Up and Healthy Movement, dimulai di Taman Maluku, Jumat (5/12/2025). 

Tayang:
Penulis: Nappisah | Editor: Muhamad Syarif Abdussalam
Tribun Jabar/Nappisah
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan membuka rangkaian Kompas Gramedia Cup (KGCP) 2025: Clean Up and Healthy Movement, di Taman Maluku, Jumat (5/12/2025).  

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nappisah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Wali Kota Bandung Muhammad Farhan membuka rangkaian Kompas Gramedia Cup (KGCP) 2025: Clean Up and Healthy Movement, di Taman Maluku, Jumat (5/12/2025). 

Di antara peserta yang membawa karung dan sarung tangan, Farhan terlihat membungkuk memungut daun kering, hingga korek api bensin berwarna hijau yang terselip di tepi jalur taman. 

Ia berjalan pelan menyusuri taman, sesekali memberi arahan. 

Farhan menyebut kehadiran ratusan karyawan Kompas Gramedia yang terlibat dalam aksi bersih-bersih menjadi contoh konkret kolaborasi warga dan komunitas.

Menurut Farhan, kawasan jalan protokol kini relatif bersih karena ditangani para penyapu jalan yang mulai bekerja sejak pukul 04.00 WIB. 

Kendati demikian, kondisi berbeda terlihat di sejumlah taman kota termasuk Taman Maluku yang kekurangan petugas kebersihan.

“Petugasnya cuma sedikit, makanya saya tugaskan seluruh karyawan KG di Kota Bandung untuk bantu,” ujarnya, Jumat (5/12/2025). 

Dalam kegiatan itu, Farhan juga membagi tugas kepada berbagai unit kerja KG. 

Farhan menyebut, kelompok Tribun–Santika diberi tanggung jawab membersihkan area taman, sementara divisi Gramedia ditugaskan mengurus toilet, sungai, dan kolam. 

Unit Satika, Pasko Percetakan, dan Amaris diarahkan di sisi timur taman.

Farhan menilai gerakan seperti KG Cup 2025 penting diperbanyak karena menunjukkan partisipasi nyata warga Bandung yang selama ini dikenal kritis.

“Saya senang warga kritis, tapi yang lebih penting mereka melakukan sesuatu dari kritiknya. Jangan hanya berkomentar, tapi ikut bergerak,” kata dia.

Farhan turut mebeberkan soal timbulan sampah Kota Bandung. Mengutip data Kementerian Lingkungan Hidup, ia menyebut Bandung menghasilkan 1.492 ton sampah baru per hari, 60 persen di antaranya sampah organik. Dari jumlah tersebut, hanya 981 ton yang terbawa ke TPA, sedangkan sekitar 500 ton dikelola di dalam kota.

“Fasilitas yang ada baru mampu mengelola 250 ton. Target akhir tahun ini 320 ton, dan pertengahan 2026 bisa 500 ton,” jelasnya. 

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved