Rabu, 15 April 2026

Hanya 1 Jam 30 Menit: Percepatan Kereta Jakarta–Bandung Buat Pelaku Wisata Jabar Optimis

Budijanto menyebut, paket-paket wisata juga sedang disiapkan agar wisatawan tidak hanya terfokus ke Kota Bandung.

Penulis: Nappisah | Editor: Ravianto
Tribun Jabar/ Deanza Falevi
LEBIH CEPAT - KA Argo Parahyangan melintas di Cigane, Purwakarta, Jawa Barat. Rencana percepatan layanan kereta Jakarta–Bandung yang memangkas waktu tempuh dari sekitar tiga jam menjadi kurang lebih satu setengah jam disambut positif oleh pelaku industri pariwisata.  

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Rencana percepatan layanan kereta Jakarta–Bandung yang memangkas waktu tempuh dari sekitar tiga jam menjadi kurang lebih satu setengah jam disambut positif oleh pelaku industri wisata. 

Kendati demikian, langkah itu juga dinilai akan membawa dampak bagi sebagian sektor usaha lain, terutama jasa travel dan transportasi darat.

Ketua DPD Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Jawa Barat, Budijanto Ardiansyah, mengatakan kebijakan tersebut memberi lebih banyak pilihan bagi masyarakat dalam bepergian antara Jakarta dan Bandung.

“Kalau menurut saya sebenarnya itu langkah yang bagus, kita menyambut baik. Karena dengan percepatan jarak tempuh dari tiga jam menjadi satu setengah jam itu, otomatis masyarakat jadi punya lebih banyak pilihan,” kata Budijanto, saat dihubungi Tribunjabar.id, Kamis (27/11/2025). 

Ia menambahkan, kehadiran kereta reguler yang tetap berhenti di Stasiun Gambir juga akan mempermudah akses dan interaksi masyarakat antara Jakarta dan Bandung.

“Kereta umum itu kan turunnya di Gambir. Jadi interaksi antara warga Bandung, Jawa Barat, dengan Jakarta jadi lebih gampang,” ujarnya.

Baca juga: Jabar dan KAI Perkuat Ekosistem Rel: Kereta Rute Gambir-Bandung Cuma 1,5 Jam, Bandung-Banjar 2 Jam

Meski demikian, Budijanto tidak menutup mata bahwa layanan ini berpotensi berdampak pada bisnis jasa travel, termasuk layanan transportasi door to door yang selama ini melayani rute Jakarta–Bandung.

“Mungkin ini akan jadi masalah buat sebagian, mungkin akan ada penurunan. Tapi itu hal yang biasa dalam dunia bisnis. Kalau ada terobosan, pasti berdampak ke sektor lain atau ke kompetitor,” jelasnya.

Menurutnya, situasi ini justru harus dijadikan momentum oleh para pelaku usaha untuk meningkatkan kualitas layanan agar tetap relevan di tengah perubahan.

“Tinggal bagaimana kita sama-sama upgrade. Jangan dilihat hanya sebagai ancaman, tapi jadi tantangan untuk bersaing,” ucapnya.

Di sisi lain, Budijanto menilai kemudahan akses transportasi ini berpotensi menggerakkan roda pariwisata di Jawa Barat. 

Dikatakannya, semakin banyak alternatif transportasi, semakin besar kemungkinan wisatawan untuk datang dan tinggal lebih lama.

“Transportasi itu mempengaruhi masa tinggal dan kualitas kunjungan wisatawan. Dengan akses yang lebih cepat, orang punya lebih banyak fleksibilitas dalam mengatur perjalanan,” katanya.

Terkait wisatawan mancanegara, Budijanto mengungkapkan bahwa hingga saat ini kunjungan ke Jawa Barat masih didominasi wisatawan dari Eropa dan Asia. 

Dia membeberkan, dari Eropa, yang paling banyak datang antara lain dari Belgia, Belanda, dan Jerman. Sementara dari kawasan Asia, didominasi oleh wisatawan asal Malaysia, Singapura, dan Thailand.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved