Senin, 4 Mei 2026

Pemkot Bandung Gandeng Densus 88 untuk Cegah Pelajar Terpapar Radikalisme

Pemkot Bandung menggandeng Densus 88 untuk mencegah pelajar terpapar paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme (IRET).

Tayang:
Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Giri
DOKUMENTASI TRIBUN JABAR
ILUSTRASI - Pemkot Bandung menggandeng Densus 88 untuk mencegah pelajar terpapar paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme (IRET). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pemkot Bandung menggandeng Densus 88 untuk mencegah pelajar terpapar paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme (IRET). Perkembangan teknologi digital dan media sosial telah membawa tantangan baru bagi dunia pendidikan.

"Penyebaran paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme kini semakin halus, masif, dan menyasar kelompok anak dan remaja," ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Asep Saeful Gufron, di Aula SMA BPI, Jalan Burangrang, Kota Bandung, Kamis (27/11/2025).

Atas hal itu pihaknya bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bandung mengadakan sosialisasi pencegahan dan penanggulangan penyebaran faham IRET di satuan pendidikan.

Dalam kegiatan tersebut, Dinas Pendidikan Kota Bandung menghadirkan narasumber dari Densus 88 Antiteror Mabes Polri. Langkah ini sebagai bentuk kolaborasi strategis untuk memperkuat ketahanan ideologi sejak tingkat sekolah.

Baca juga: Komnas PA Sebut 110 Anak Usia 10-18 Tahun Terpapar Radikalisme: Jabar dan Jakarta Tertinggi

"Melalui kegiatan ini, kami berharap kepala sekolah memiliki pemahaman komprehensif mengenai pola penyebarannya, indikator awal yang harus diwaspadai, serta langkah-langkah pencegahan yang bisa dilakukan di lingkungan sekolah," kata Asep.

Asep mengatakan, kepala sekolah yang ada di Kota Bandung memiliki peran yang sangat strategis dalam mengomunikasikan pemahaman ini kepada guru dan peserta didik.

Dalam kegiatan tersebut, kata dia, materi kegiatan difokuskan pada deteksi dini, penguatan nilai kebangsaan, literasi digital, serta penguatan budaya sekolah yang toleran, aman, dan inklusif.

Baca juga: Banyak Anak di Jabar Terpapar Radikalisme, Densus 88 Petakan Jaringan Rekrutmen Berbasis Online

"Kami berharap seluruh kepala sekolah lebih siap, lebih waspada, dan mampu memperkuat peran sekolah sebagai benteng persatuan, toleransi, dan keberagaman," ucapnya.

Melalui kolaborasi ini, setiap peserta didik terlindungi dari paparan paham yang membahayakan nilai kebangsaan dan keberagaman.

Sosialisasi ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pendidikan adalah kunci utama dalam menjaga generasi muda dari ancaman ideologi yang merusak, serta membangun lingkungan belajar yang aman, toleran, dan inklusif. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved