173 Pejabat Pemkot Bandung Dilantik, Tantangan Paling Besar Dihadapi Dua Instansi Ini
Farhan mengingatkan, pelantikan ini merupakan bagian dari penyegaran organisasi agar birokrasi Kota Bandung terus adaptif terhadap dinamika
Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Seli Andina Miranti
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sebanyak 173 pejabat struktural dan fungsional di lingkungan Pemerintah Kota Bandung dilantik Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan di Plaza Balai Kota, Kota Bandung, Senin (6/10/2025).
Pejabat yang dilantik tersebut di antaranya direktur rumah sakit, kepala dinas, sekretaris dinas, dan para pejabat yang lainnya. Usai dilantik, mereka diminta untuk segera menyelesaikan setiap masalah di Bandung.
Farhan mengatakan, tantangan besar dihadapi oleh dua sektor penting, yakni Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) dan RSUD Bandung Kiwari.
"Terpaling berat itu DPKP, karena harus melanjutkan penataan daerah kumuh sekaligus implementasi kebijakan pemerataan tiga juta rumah untuk rakyat dari pemerintah pusat," ujar Farhan, Senin (6/10/2025).
Baca juga: Kronologi Lengkap Hubungan Gelap Pejabat Majalengka E versi Wanita Y: Diblokir usai Hamil
Farhan mengatakan, sebagian besar kawasan kumuh di Kota Bandung berada di sepadan sungai yang perlu penanganan dengan pendekatan sosial.
"Hampir semua kelurahan di Bandung punya rumah di sepadan sungai, dan semuanya pasti kumuh. Jadi prioritasnya adalah pembinaan masyarakat, bukan langsung penggusuran," katanya.
Farhan mengatakan, peningkatan mutu layanan RSUD Kiwari termasuk penambahan fasilitas dan alat kesehatan juga merupakan hal yang penting untuk diselesaikan oleh pejabat yang baru.
"Rumah Sakit Kiwari harus memperluas berbagai jenis layanan, seperti alat pemeriksaan jantung dan lain-lain," ucap Farhan.
Selain itu, Farhan juga mengajak seluruh pejabat yang baru dilantik untuk meneguhkan niat pengabdian kepada masyarakat dan bekerja dengan semangat mewujudkan visi Bandung Utama, Bandung yang Unggul, Terbuka, Amanah kepemimpinannya, Maju pikirannya, dan Agamis masyarakatnya.
"Mari kita kuatkan niat dalam hati dan pikiran, semua kita lakukan atas dasar kasih, niat, dan keyakinan untuk berbakti kepada Bandung, bangsa, dan negara," katanya.
Di sisi lain, Farhan mengingatkan, pelantikan ini merupakan bagian dari penyegaran organisasi agar birokrasi Kota Bandung terus adaptif terhadap dinamika masyarakat.
"Perubahan, penyesuaian, dan perputaran roda pimpinan dalam birokrasi adalah hal yang rutin. Tujuannya agar organisasi pemerintahan besar ini selalu bisa mengikuti dinamika masyarakat yang penuh dengan perubahan," ujar Farhan.
Menurutnya, proses rotasi jabatan dilakukan dengan mempertimbangkan tiga prinsip utama, yakni kompetensi, integritas, dan administrasi. Ia memastikan tidak ada unsur subjektivitas maupun kepentingan kelompok dalam penentuan jabatan.
"Penempatan ini didasarkan kepada kompetensi, kinerja, integritas, serta rekam jejak yang terukur. Tidak ada proses yang bersifat subjektif atau berdasarkan kepentingan pribadi," katanya.
pelantikan
pejabat struktural
Kota Bandung
Wali Kota Bandung
Muhammad Farhan
Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman
RSUD Bandung Kiwari
| Ngulik AI for Leaders, Strategi Pemkot Bandung Perkuat Kepemimpinan Berbasis Data |
|
|---|
| Wakil Ketua DPRD Soroti Banjir Rancabolang yang Terus Berulang Tanpa Solusi |
|
|---|
| Survei Litbang Kompas Pada Kinerja Wali Kota Bandung, 65,9 Persen Puas dan 81,4 Persen Optimistis |
|
|---|
| Banjir Rancabolang yang Terus Berulang Disorot, Kehadiran KCIC dan Whoosh Jadi Salah Satu Penyebab |
|
|---|
| Sulitnya Tangani Banjir di Bandung Timur, Farhan: Di Kabupaten Bandung Arah Tegalluar Juga Banjir |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Pejabat-struktural-dan-fungsional-di-lingkungan-Pemerintah-Kota-Bandung-dilantik.jpg)