Selasa, 19 Mei 2026

Program MBG di SMAN 3 Bandung Terhenti Setelah Jalan Seminggu, Bukan karena Penolakan

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMAN 3 Bandung masih terhenti, namun hal itu bukan karena penolakan pihak sekolah.

Tayang:
Penulis: Putri Puspita Nilawati | Editor: Giri
Tribun Jabar/Nazmi Abdurrahman/ARSIP
MBG TERHENTI - Gedung SMAN 3 Kota Bandung. Progam MBG di SMAN 3 Bandung terhenti meski pihak sekolah tak melakukan penolakan. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMAN 3 Bandung masih terhenti. Hal itu bukan karena penolakan pihak sekolah, melainkan karena dapur vendor penyedia makanan tengah direnovasi.

“Di SMA 3 Bandung itu sekarang sedang terhenti, posisinya, karena memang bukan dari pihak kami yang menolak atau menghentikan program, melainkan dari pihak vendor MBG. Dapurnya sedang diperbaiki, sedang renovasi,” kata Wakil Kepala Sekolah Bidang Kehumasan SMAN 3 Bandung, Yudianto, Senin (29/9/2025).

Menurut Yudianto, sekolah hanya sempat menerima manfaat Program MBG selama satu minggu penuh pada awal September, tepatnya dari Senin sampai Jumat. 

Baca juga: Satu SPPG di Ciamis Dibekukan Setelah Puluhan Siswa SMPN 4 Pamarican Keracunan MBG

Namun di minggu kedua, program langsung terhenti karena persoalan dari pihak vendor.

Meski singkat, sekolah tetap melakukan langkah pengawasan terhadap makanan yang disajikan. 

Yudi mengatakan, dari 1.078 misting makanan untuk siswa SMAN 3 Bandung, pihak sekolah meminta vendor menyediakan sampel khusus. 

“Satu sampel dicoba dulu oleh guru-guru, sehingga kita yakin bahwa sampel itu mencerminkan keseluruhan misting yang sehat dan tidak ada racunnya,” kata Yudianto.

Namun, ia mengakui sempat ada kendala kecil. Pernah ada makanan yang dikirim menimbulkan bau yang membuat siswa tidak berselera untuk mengonsumsinya. Hal itu menjadi catatan sekolah sebelum program terhenti.

Baca juga: Distribusikan MBG, Seluruh SPPG di Bandung Barat Belum Kantongi Sertifikat Laik Higienis Sanitasi

Menyikapi maraknya kasus keracunan makanan di beberapa daerah, Yudianto menjelaskan, sekolah sudah menyiapkan prosedur mitigasi. Pihaknya bekerja sama dengan puskesmas terdekat untuk penanganan darurat. 

“Kalau ada segala sesuatu yang darurat, kita langsung kontak puskesmas, langsung bawa korban ke puskesmas untuk mendapatkan pertolongan pertama,” ujarnya.

Yudianto mengungkapkan, SMAN 3 Bandung belum sempat berkoordinasi dengan orang tua maupun komite terkait Program MBG. 

Hal ini karena memorandum of understanding (MoU) langsung dilakukan antara sekolah dan vendor penyedia makanan. 

“Tadinya setelah seminggu itu kami akan langsung berkoordinasi. Tapi karena ada kendala dan programnya terhenti, jadi belum sempat melibatkan orang tua dan komite,” ujarnya.

Terkait keberlanjutan program MBG, pihak sekolah menekankan pentingnya peran pemerintah dalam memastikan kualitas vendor. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved