Wisata di Bandung Lesu saat Libur Panjang, Diduga Dampak Aksi Demo Sebelumnya
Aksi demonstrasi yang terjadi sejak akhir Agustus lalu disebut menjadi salah satu penyebab turunnya jumlah kunjungan
Penulis: Nappisah | Editor: Seli Andina Miranti
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nappisah
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Libur panjang yang biasanya menjadi momentum lonjakan wisatawan, kali ini justru terasa lesu di sejumlah destinasi wisata di Kota Bandung.
Aksi demonstrasi yang terjadi sejak akhir Agustus lalu disebut menjadi salah satu penyebab turunnya jumlah kunjungan, baik dari wisatawan lokal maupun luar kota.
Pejabat Sementara (PJS) Administratur Taman Lalu Lintas Ade Irma Suryani Nasution, Hadi Purwanto, mengatakan bahwa jumlah pengunjung selama libur panjang kali ini justru mengalami penurunan dibandingkan hari-hari biasa.
Baca juga: Curug Sula Tasikmalaya yang Tewaskan 2 Pelajar SMA Ternyata Belum Dikelola, Wisata Jadi Duka
"Kalau normal saat high session bisa sampai 1.500 orang per hari, tapi sekarang hanya sekitar 1.300-an. Bahkan hari Sabtu kemarin yang biasanya bisa mendekati 1.000 pengunjung, justru jauh di bawah itu," ujarnya, saat berbincang dengan Tribun Jabar, Minggu (7/9/2025).
Menurut Hadi, aksi demonstrasi yang berlangsung di sejumlah titik di Bandung membuat masyarakat mengurungkan niat untuk bepergian, termasuk berkunjung ke tempat wisata.
Hal ini juga diperkuat dari informasi yang ia terima dari pelaku wisata lainnya di Bandung yang mengalami penurunan serupa.
"Ini bukan hanya di sini saja, beberapa tempat wisata lain juga menurun. Polisi pariwisata juga bilang angka kunjungan turun," jelasnya.
Kondisi serupa juga terjadi di Karang Setra Waterland, salah satu destinasi wisata air legendaris di Kota Bandung. General Manager PT Brajatama Perwakilan Bandung, Endang Suhartatik, mengakui bahwa kunjungan wisatawan saat libur panjang belum menunjukkan peningkatan signifikan.
“Untuk peningkatan sih belum. Kunjungan masih sebatas dari warga sekitar. Biasanya dari luar kota, seperti Jawa Tengah dan Jakarta, banyak yang datang. Tapi kali ini sangat terdampak dengan kejadian rusuh kemarin,” ucap Endang.
Endang menuturkan bahwa kerusuhan sejak 29 Agustus lalu menyebabkan sejumlah sekolah di Bandung meliburkan kegiatan, yang secara langsung berdampak pada kunjungan rombongan pelajar segmen utama Karang Setra.
Baca juga: Meriah! Pantai Pangandaran Dipadati Wisatawan, 14.402 Orang Masuk Kawasan Wisata
Meski kunjungan tidak stabil, Karang Setra tetap beroperasi normal dari pukul 08.00 hingga 16.00 WIB.
Menurut Endang, jumlah kunjungan selama libur panjang kali ini tidak stabil, kadang mencapai 1.000 orang, tetapi di lain waktu hanya 600 atau 1.300 orang.
“Kondisi sekarang di lapangan memang tidak seperti dulu. Tapi kami tetap berupaya menjaga kualitas pelayanan,” ujarnya. (*)
| Kios PKL Cicadas Bandung Dibongkar demi Jalur BRT, Wali Kota Farhan Janji Carikan Solusi |
|
|---|
| Unpas Dorong Tata Kelola Arsip yang Tertib dan Akuntabel di Era Digital |
|
|---|
| Universitas Sangga Buana YPKP Bandung Targetkan Hilirisasi Riset Jadi Kekuatan Ekonomi |
|
|---|
| Gubernur Dedi Mulyadi Turun Tangan Gusur PKL Cicadas, Siapkan Solusi Pekerjaan Baru buat Pedagang |
|
|---|
| Pedagang Sapi Mogok Massal, Walkot Bandung Farhan Langsung Intervensi Importir Guna Tekan Inflasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Suasana-Karang-Setra-Waterland-Kota-Bandung-Minggu-792025.jpg)