Kamis, 9 April 2026

Disdik Klaim SPM Pendidikan di Kota Bandung Capai Status Tuntas Madya

Disdik Bandung mengklaim SPM pendidikan di Kota Bandung mencapai status tuntas madya.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Siti Fatimah
Tribuncirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
ILUSTRASI PENDIDIKAN - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung mengklaim standar pelayanan minimal (SPM) pendidikan di Kota Bandung mencapai status tuntas madya. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung mengklaim standar pelayanan minimal (SPM) pendidikan di Kota Bandung mencapai status tuntas madya.

Kepala Disdik Kota Bandung, Asep Saeful Gufron, mengatakan, capaian SPM pendidikan Kota Bandung tersebut berada pada angka 81,34 persen.

Menurut dia, hal itu pun terlihat dari peningkatan berbagai indikator dari mulai penambahan jumlah guru berpendidikan S1 hingga nilai numerasi pada rapor siswa.

"Pada jenjang PAUD, peningkatan tertingginya terlihat dari jumlah guru yang telah menyelesaikan pendidikan S1," ujar Asep Saeful Gufron dalam keterangan tertulisnya, Selasa (2/9/2025).

Baca juga: Disdik Jabar Pastikan Sekolah Tetap Belajar Seperti Biasa, PJJ Hanya Parsial

Sementara capaian tertinggi untuk jenjang SD maupun SMP berada pada peningkatan nilai numerasi rapor siswa pada tahun ini.

Bahkan, pihaknya mencatat terdapat puluhan SD dan SMP negeri di Kota Bandung berhasil meningkatkan capaian nilai rapor pendidikan.

"Kami berharap, SD - SMP yang berhasil meningkatkan capaian nilai rapor pendidikan menjadi inspirasi bagi sekolah lain dalam membangun budaya kerja berbasis data," kata Asep Saeful Gufron.

Ia juga menyinggung soal anggaran pendidikan Kota Bandung yang 64,64 persennya atau mencapai Rp 1,2 triliun digunakan untuk belanja pegawai

Baca juga: Perkuat Pendidikan Karakter, Disdik Jabar Teken MoU dengan Self Learning Institute

Selain itu, 18,8 persen atau senilai Rp 395,55 miliar dialokasikan untuk BOS, sehingga dipastikan setiap rupiahnya diarahkan pada prioritas yang tepat, transparan, dan akuntabel. 

Asep mengakui, jika perencanaan tersebut kurang tepat maka yang akan dirugikan bukan hanya sekolah, tetapi para peserta didik pun turut dirugikan.

"Kolaborasi lintas sektoral dari mulai pemerintah, sekolah, guru, orang tua, hingga masyarakat akan membuat mutu pendidikan di Kota Bandung semakin merata, inklusif, dan berdaya saing," ujar Asep Saeful Gufron.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved