Personal Color Analysis, Tren Baru Pilih Kacamata Sesuai Karakter Visual

Eyewear berkembang menjadi medium ekspresi diri, bagian dari gaya hidup modern, sekaligus identitas visual yang semakin personal. 

Penulis: Nappisah | Editor: Muhamad Syarif Abdussalam
tribunjabar.id / Nappisah
Ragam berbagai model kacamata di Trans Studio Mall, Jumat (29/8/2025). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nappisah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Peran kacamata kini telah bergeser jauh dari sekadar alat bantu penglihatan. Eyewear berkembang menjadi medium ekspresi diri, bagian dari gaya hidup modern, sekaligus identitas visual yang semakin personal. 

Tren ini terlihat dari laporan The Business Research Company yang memproyeksikan pasar kacamata global tumbuh dari USD 158,5 miliar pada 2024 menjadi USD 173,9 miliar pada 2025, ditopang mode, teknologi, dan kebutuhan personalisasi.

Menurut Nathania Pandy, Founder & CEO KCMTKU, fenomena tersebut menjadi landasan utama perjalanan KCMTKU, brand eyewear lokal yang lahir pada 2019. Kacamata, kata dia, bukan hanya soal fungsi, melainkan bagaimana setiap individu bisa menemukan gaya yang sesuai dengan karakternya.

“Kami percaya bahwa setiap wajah itu berbeda, dan gaya yang tepat bisa menumbuhkan kepercayaan diri dari dalam," tuturnya, saat ditemui di Jalan Lodaya, Kota Bandung, Jumat (29/8/2025). 

Nathania mengungkapkan, masih banyak masyarakat yang dulu menganggap kacamata identik dengan kesan “mahal”, “ribet”, bahkan membuat penampilan kurang menarik. Pihaknya berusaha mematahkan stigma itu dengan menghadirkan produk premium namun tetap affordable.

“Dulu stigma-nya, kalau murah berarti jelek dan bikin mata makin rusak. Sekarang kacamata bagus bisa terjangkau, dengan teknologi Jepang dan Korea, lensa berkualitas, hingga layanan after-sales seperti free cleaning dan garansi,” kata Nathania.

Menariknya, tren belanja kacamata kini menyerupai tren fashion lain seperti sepatu, konsumen bisa memiliki lebih dari satu pasang untuk kebutuhan berbeda kerja, olahraga, hingga kondangan.

Salah satu inovasi yang kini banyak diminati adalah layanan Personal Color Analysis (PCA). 

Melalui metode ini, konsumen dibimbing untuk menemukan warna frame yang paling sesuai dengan skin tone, warna rambut, dan karakter pribadinya.

“Masih banyak konsumen yang kesulitan memilih kacamata karena kurang memahami warna dan bentuk frame yang sesuai dengan karakter visual mereka. Bukan hanya enak dilihat, tapi juga menyatu dengan proporsi wajah dan warna kulit mereka,” jelas Daniella Tambunan, praktisi certified color consultant. 

Dalam praktiknya, PCA membagi tone konsumen ke dalam kategori Winter, Spring, Summer, dan Autumn. Misalnya, tipe Winter dengan kulit berkontras tinggi lebih cocok memakai frame hitam, navy, atau silver; sementara tipe Spring dengan undertone hangat akan lebih segar dengan warna peach, gold, atau coral.

Kategori Cool Winter menggambarkan warna tegas, tajam, dan segar. Warna seperti hitam, biru navy, dan fuchsia dinilai cocok untuk menonjolkan kesan elegan dan berwibawa.

Sementara itu, Warm Spring identik dengan nuansa hangat dan ceria. Warna pastel dan terang seperti peach, coral, dan kuning cerah sering digunakan untuk menghadirkan kesan ramah dan penuh energi.

Berbeda dengan musim semi, Cool Summer lebih menekankan kelembutan. Warna yang direkomendasikan adalah dusty rose, lavender, hingga biru muda. n.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved