Macan Tutul yang Lepas dari Kandang di Lembang Ternyata yang Viral Masuk ke Balai Desa di Kuningan

Macan tutul itu melarikan diri dari kandang pada Kamis pagi atau 2 hari setelah menginap di kandang.

Penulis: Rahmat Kurniawan | Editor: Ravianto
Tribun Jabar/ Rahmat Kurniawan
MACAN LEPAS - Pencarian macan kumbang lepas di Lembang Park Zoo, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Kamis (28/8/2025). Macan tutul yang lepas itu ternyata yang sempat membuat heboh karena masuk ke Balai Desa Kutamandarakan, Kecamatan Maleber, Kabupaten Kuningan. 

TRIBUNJABAR.ID, LEMBANG - Macan tutul yang kabur dari kandangnya di Lembang Park & Zoo, Lembang, Bandung Barat, Jawa Barat ternyata yang sempat membuat heboh Kuningan.

Macan tutul tersebut diketahui dititipkan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam atau BBKSDA ke Lembang Park & Zoo untuk diobservasi.

Rencananya, 31 Agustus 2025 ini akan dilepasliarkan di Gunung Ciremai.

Macan tutul itu melarikan diri dari kandang pada Kamis pagi atau 2 hari setelah menginap di kandang.

 Satwa liar itu kabur dengan menjebol atap kandang.

Namun sebelum dilepasliarkan, macan tutul itu malah keburu kabur.

Baca juga: Mau ke Lembang Park & Zoo? Ini Rute dari Bandung jika Menggunakan Angkutan Umum serta Tarifnya

Macan tutul itu sempat membuat heboh karena masuk ke Balai Desa Kutamandarakan, Kecamatan Maleber, Kabupaten Kuningan.

Video macan tutul masuk kantor balai desa itu bahkan sempat viral di media sosial.

Saat itu, video memperlihatkan kucing besar alias macan tutul yang ada di Gedung Kantor Desa Kutamandarakan, Kecamatan Maleber.

 "Beredarnya video ada macan tutul benar terjadi di desa kami," kata Ihak Sunardi yang  juga Kepala Desa Kutamandarakan saat dikonfirmasi melalui sambungan selulernya, Selasa (26/8/2025).

Hebohnya penampakan macan tutul dalam bangunan kantor desa, tidak diketahui kapan datang hingga singgah di lokasi setempat.

"Namun, keberadaan macan tutul itu awal diketahui oleh pekerja bangunan saat akan mengambil perkakas di dalam ruangan, namun terlihat macan tutul bergerak hingga mendekap di pojokan ruang," kata Ihak lagi.

Penampakan macan tutul, Ihak mengaku tidak ada reaksi penyerangan hewan buas tersebut.

Namun warga dan pemerintah desa sudah melakukan kordinasi dengan petugas BPBD dan BKSDA Cirebon.

"Macannya masih ada, tapi kami sudah lapor ke BPBD dan BKSDA. Agar macan itu bisa dievakuasi," katanya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved