Pemprov Jabar Punya ASSL, Peta Berisi Data Spesifik Terkait Potensi Bencana Sesar Lembang
Pemprov Jabar secara khusus meluncurkan sistem informasi terkait sesar lembang bernama Atlas Siaga Sesar Lembang (ASSL).
Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Seli Andina Miranti
Laporan Wartawan TribunJabar.id, Nazmi Abdurrahman
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan perhatian serius pada potensi bencana sesar Lembang.
Pemprov Jabar melalui Biro Pemotda dan Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo), secara khusus meluncurkan sistem informasi terkait sesar lembang bernama Atlas Siaga Sesar Lembang (ASSL).
Kadiskominfo Jabar, Adi Komar mengatakan, ASSL terdiri dari informasi berupa peta yang bisa menggambarkan beberapa data spesifik.
“Pertama, peta berkaitan dengan zonasi rawan gempa. Jadi di peta itu nanti kalau dibuka ada daerah mana saja yang rawan, misalnya warna merah rawan dan sebagainya,” ujar Adi Komar, Jumat (22/8/2025).
Baca juga: Titik Evakuasi Gempa Sesar Lembang di Bandung Segera Dituangkan Dalam Perwal Agar Semua Punya Acuan
Kedua, kata dia, ASSL juga memiliki peta sebaran populasi daerah terdampak, jika sewaktu-waktu sesar Lembang aktif.
“Nah, kita juga bisa estimasi. Misalkan, terjadi di titik A, maka sebaran populasinya terdampaknya berapa, radius berapa,” katanya.
Ketiga, peta infrastruktur vital. Isinya, kata dia, infrastruktur apa saja yang berada di sekitar sesar Lembang dan wilayah sekitarnya.
“Selanjutnya peta rencana evakuasi dan jalur aman. Nah ini yang sangat penting juga karena ini dipadukan dengan jalur evakuasi yang sudah ditetapkan oleh BPBD,” ucapnya.
“Jadi misalkan di kecamatan A, desa B, warganya itu kemana evakuasinya itu sudah ada,” tambahnya.
Dalam ASSL juga, ada peta sumber daya pendukung yang berkaitan dengan sumber-sumber logistik, personel keamanan hingga floatingnya.
Data dalam ASSL ini, kata dia, didapat dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana (PVMBG), Kementerian PUPR, Bina Marga dan sejumlah dinas lainnya.
“Data ini gabungkan dalam satu sistem jadi kalau misalkan nanti dari BMKG ada informasi-informasi berkaitan dengan aktivitas gempa itu langsung terkoneksi. Jadi, bisa juga diketahui titik mana dan aktivitasnya di koordinat berapa sehingga juga bisa jadi alert juga untuk warga yang sekitar,” ucapnya.
Baca juga: BPBD Kota Bandung Ingin Lebih Kenal Sesar Lembang, Akan Lakukan Geotrack untuk Petakan Titik Rawan
Adi Komar menambahkan, dengan adanya ASSL masyarakat dapat lebih waspada dan memiliki kesadaran mandiri ketika terjadi bencana sesar Lembang.
| Dedi Mulyadi Teken Komitmen Industri Jabar, Targetkan Ekosistem Inklusif dan Berkelanjutan |
|
|---|
| Fokus Benahi Bandung, Farhan Pastikan Kolaborasi dengan Pemprov untuk Percepat Penanganan |
|
|---|
| Penataan Total Kawasan Monju Bandung: Enam Truk Sampah Diangkut ke Sarimukti Selama Empat Hari |
|
|---|
| DPRD Soroti LKPJ 2025, Program Pemprov Jabar Efektivkah? |
|
|---|
| Pemprov Jabar Kembangkan Open Data, Irpan: Fondasi Program Tepat Sasaran |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/sesar-lembang-yang-membentang-29-km-dari-batu-lonceng-sampai-padalarang-patahan-lembang_20181028_075443.jpg)