Konflik PT BDS vs Pengusaha
Setelah Geledah Kantor PT BDS dan Rumah Dirut, Kejari Bale Bandung Akan Panggil Vendor
Kejari Bale Bandung belum tetapkan tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi pengadaan ayam boneless dada (BLD) di PT BDS,
Penulis: Adi Ramadhan Pratama | Editor: Kemal Setia Permana
Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Adi Ramadhan Pratama
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kejaksaan Negeri Kabupaten Bandung atau Kejari Bale Bandung menegaskan hingga saat ini belum ada tersangka baru yang ditetapkan dalam kasus dugaan korupsi pengadaan ayam boneless dada (BLD) di PT Bandung Daya Sentosa (BDS).
Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Kabupaten Bandung, Wawan Kurniawan, mengatakan proses penyidikan masih berjalan.
Meski sejumlah dokumen dan barang elektronik sudah disita dari berbagai lokasi, penyidik masih perlu memperkuat bukti-bukti tersebut dengan pemeriksaan saksi dan keterangan ahli, sebelum mengumumkan siapa yang bertanggung jawab dalam kasus tersebut.
"Kalau tersangka belum, kami masih melakukan penyidikan, masih memerlukan dan mendapatkan bukti-bukti pendukung kaitannya dugaan tindak pidana korupsi ini," ujarnya saat ditemui di Soreang pada Rabu (20/8/2025).
Baca juga: BREAKING NEWS: Petugas Kejaksaan Geledah Kantor BUMD Kabupaten Bandung PT BDS
Wawan menjelaskan, dokumen-dokumen hasil penggeledahan kini sedang dipelajari. Dokumen tersebut disita dari kantor PT BDS, rumah Direktur Utama PT BDS, hingga perusahaan pemasok ayam boneless di Jakarta Utara.
"Tentunya nanti dari bukti-bukti pendukung ini, nantinya kami melakukan pemeriksaan saksi dan pemeriksaan ahli, untuk menemukan siapa tersangka atas dugaan tindak pidana korupsi ini," katanya.
Oleh karena itu menurut Wawan, langkah berikutnya adalah memanggil dan memeriksa saksi.
Sejumlah pihak yang terlibat langsung dalam rantai pengadaan ayam boneless akan dipanggil satu per satu.
"Ya, kami harus melakukan beberapa pemeriksaan saksi. Itu yang belum kami lakukan. Selanjutnya kami akan panggil seluruh saksi yang berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi ini," ucapnya.
Wawan mengungkapkan bahwa saksi yang akan diperiksa berasal dari berbagai unsur, mulai dari vendor, perusahaan mitra, hingga rumah potong ayam.
"Tentunya, saksi dari 19 vendor yang melakukan pembelian ayam boneless dada. Kemudian dari pihak PT BDS selaku BUMD yang melakukan kerja sama dengan 19 vendor,"
"Kemudian dari PT Cahaya Frozen Raya selaku pihak juga yang bekerja sama dengan PT BDS dalam rangka membeli ayam boneless dada ini. Kemudian dari rumah potong ayam, beberapa perusahaan yang juga dari 19 vendor yang melakukan pembelian ayam untuk diserahkan ke PT Cahaya Frozen Raya," katanya.
Baca juga: Wacana Penukaran E-Tiket Pertandingan Ditiadakan, Managemen Persib Siap Ambil Langkah Ini
Kronologis Kasus PT BDS
1. Pada 28 Juli 2025, Vendor Bongkar Masalah di Podcast Bambang Widjojanto
- Sejumlah pengusaha yang menjadi vendor dalam pengadaan ayam boneless dada (BLD) untuk PT BDS buka suara ke publik.
- Mereka mengaku mengalami kerugian besar, bahkan mencapai ratusan miliar rupiah, akibat pembayaran yang tidak kunjung dilakukan oleh PT BDS.
- Masalah ini pertama kali mencuat lewat podcast YouTube milik Bambang Widjojanto, mantan Komisioner KPK periode 2011–2015.
- Dalam podcast itu, pengusaha bernama Deded Aprila mengungkap detail bahwa kerja sama dengan PT BDS berujung buntung. Ia menyebut ada praktik yang tidak transparan dan merasa telah ditipu oleh BUMD tersebut.
| Tanggapi Penggeledahan Kantor PT BDS, Kuasa Hukum Minta Bukti Sitaan Dipakai dalam Sidang PKPU |
|
|---|
| Pemkab Bandung Angkat Suara Soal Penggeledahan PT BDS Oleh Penyidik Kejaksaan Negeri |
|
|---|
| Tak Hanya Geledah Kantor PT BDS, Kejari Bandung Juga Sikat Perusahan Rekanan hingga Rumah Dirut |
|
|---|
| Geledah Kantor BUMD Bandung, Kejari Sita Dokumen hingga Perangkat Elektronik PT BDS |
|
|---|
| BREAKING NEWS: Petugas Kejaksaan Geledah Kantor BUMD Kabupaten Bandung PT BDS |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Penyidik-Kejaksaan-Negeri-Kabupaten-Bandung-menyita-dokumen-PT-BDS.jpg)