Pemprov Jabar Gelar Rapat Soal Sesar Lembang, Sekda Bandung Barat Ungkap Hal yang Dibahas
Pemerintah Provinsi menggelar rapat dengan wilayah Bandung Raya membahas isu-isu Sesar Lembang yang selalu menjadi isu dari tahun ke tahun.
Penulis: Rahmat Kurniawan | Editor: Kemal Setia Permana
Laporan kontributor Tribunjabar.id Rahmat Kurniawan
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Pemerintah Provinsi menggelar rapat dengan wilayah Bandung Raya membahas isu-isu Sesar Lembang.
Salah satu hal yang dibahas adalah penyusunan langkah-langkah strategis saat terjadi gempa dari Sesar Lembang.
"Minggu kemarin ada rapat kaitan dengan Sesar Lembang di provinsi, para camat juga diundang. Tapi memang itu kaitan dengan penyusunan peta tematik dampak gempa. Jadi kalau ada gempa nanti data-data manajemen kebencanaan," kata Sekda Kabupaten Bandung Barat (KBB), Ade Zakir, saat dikonfirmasi Senin (18/8/2025).
Ade mengungkapkan isu gempa Sesar Lembang yang membentang sepanjang 29 Km itu memang kerap muncul setiap tahun.
Gempa-gempa yang terasa di wilayah Bandung Raya kerap dikaitkan dengan aktivitas Sesar Lembang.
Baca juga: Demi Ringankan Warga, Bupati Bandung Barat Jeje Hapus Tagihan Tunggakan Pajak Bumi dan Bangunan
"Bicara Sesar Lembang pengaruhnya tidak hanya di KBB, meliputi Kota Bandung, Cimahi, Kabupaten Bandung. Memang kita harus menyiapkan lebih ekstra, walaupun menurut informasi yang lebih terdampak itu di cekungan Bandungnya," ujarnya.
Ade tak menampik jika Pemkab Bandung Barat belum memiliki teknologi peringatan dini gempa atau Earthquake Early Warning System (EEWS).
Sejauh ini, edukasi terkait adanya bencana alam termasuk gempa masih dilakukan secara dor to dor. Baik itu ke sekolah hingga lapisan-lapisan masyarakat.
"Secara ini belum ada, tapi memang kita selalu mengingatkan, sosialisasi ke anak-anak sekolah, seperti jalur-jalur ke luar ruangan, tiap tahun kita sosialisasi," ujarnya.
Ade mengimbau kepada masyarakat untuk lebih acuh terhadap segala kemungkinan bencana alam, termasuk kemungkinan terjadinya gempa dari Sesar Lembang.
Dia menegaskan, bencana alam berupa gempa bumi merupakan hal yang sulit untuk diprediksi. Sehingga, kesiapsiagaan dan kewaspadaan merupakan hal ditanamkan dalam diri masing-masing.
"Tapi kita tetap harus mengingatkan terus menerus ke masyarakat bagaimana seandainya terjadi gempa dari Sesar Lembang ini. Harus berulang karena tidak bisa diprediksi terjadinya kapan. Tetap harus waspada, di kita ada potensi ada gempa. Daripada kita khawatir terus lebih baik kita bersiap ada gempa dan masyarakat sudah paham manakala terjadi gempa," tandasnya. (*)
| Daftar 39 SMA Swasta Kerja Sama dengan Pemprov Jabar, Alternatif Jika Tidak Lolos SPMB 2026 |
|
|---|
| Sampah Menumpuk Ribuan Ton, Pemkot Bandung Ajukan Penetapan Status Darurat Sampah ke Pemprov Jabar |
|
|---|
| Dedi Mulyadi Pastikan Pembongkaran di Puncak Disertai Kompensasi, Warga Pun Dicarikan Kontrakan |
|
|---|
| RSUD MA Sentot Patrol Diambil Alih Pemprov Jabar, Lucky Hakim: Stagnasi Akibat Keterbatasan Daerah |
|
|---|
| RSUD Sentot Patrol Indramayu Bakal Jadi Rujukan Tiga Kabupaten Setelah Diambil Alih Pemprov Jabar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/sesar-lembang-1.jpg)