Difabel Nelayan di Indragiri Hilir Bangkit Berkat Kolaborasi Sosial Raihmimpi.id
Raihmimpi.id bersama mitra, termasuk Yayasan Gemari Bantu Sesama, menyalurkan bantuan kepada seorang nelayan difabel.
Ringkasan Berita:
- Nelayan difabel Pak Jali di Indragiri Hilir tetap berjuang melaut demi memenuhi kebutuhan hidup bersama ibunya yang lanjut usia, meski memiliki keterbatasan fisik.
- Cuaca ekstrem membuatnya tak bisa melaut selama tiga hari hingga kehabisan beras, memperparah kondisi ekonomi mereka.
- Raihmimpi.id dan mitra menyalurkan bantuan darurat hingga perahu bermesin serta dukungan pengobatan, guna mendorong kemandirian jangka panjang.
TRIBUNJABAR.ID - INDRAGIRI HILIR, RIAU - Kisah perjuangan seorang nelayan difabel, Pak Jali (47), menjadi potret ketangguhan di tengah keterbatasan ekonomi dan kondisi fisik. Bersama ibunya yang telah lanjut usia, ia terus berjuang memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari di Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Indragiri Hilir.
Dengan keterbatasan pada tangan dan kaki, Pak Jali tetap melaut dan menjajakan hasil tangkapan seperti kerang, siput, ikan, dan udang. Ia memilih tidak menikah demi fokus merawat ibunya yang berusia 76 tahun.
Situasi memburuk ketika cuaca ekstrem melanda wilayah pesisir. Selama tiga hari, Pak Jali tidak dapat melaut dan kehabisan persediaan beras.
“Saat itu saya benar-benar tidak bisa ke laut. Saya dan ibu tidak punya beras untuk dimasak,” ujar Pak Jali.
Merespons kondisi tersebut, Raihmimpi.id bersama mitra, termasuk Yayasan Gemari Bantu Sesama, menyalurkan bantuan secara bertahap. Tahap awal difokuskan pada kebutuhan darurat, kemudian dilanjutkan dengan pemberdayaan ekonomi melalui bantuan produktif.
Perwakilan Raihmimpi.id menyampaikan bahwa pendekatan yang dilakukan tidak hanya bersifat bantuan sesaat, tetapi juga berorientasi jangka panjang.
“Kami ingin memastikan bantuan yang diberikan tidak berhenti pada kebutuhan darurat, tetapi juga mampu membantu penerima untuk kembali mandiri secara ekonomi,” ujar perwakilan Raihmimpi.id.
Bantuan utama berupa satu unit perahu bermesin menjadi titik balik bagi Pak Jali. Menariknya, ia memilih perahu bekas yang siap pakai agar dapat segera kembali melaut.
“Yang penting bisa langsung dipakai untuk melaut. Dengan ini saya bisa bekerja lagi dan memenuhi kebutuhan ibu,” ungkap Pak Jali.
Memasuki April 2026, bantuan lanjutan diberikan untuk pengobatan dan rencana operasi katarak bagi ibunda Pak Jali, serta pemenuhan kebutuhan harian.
Kisah ini menegaskan bahwa kolaborasi sosial mampu menghadirkan solusi berkelanjutan bagi masyarakat rentan serta membuka kembali harapan bagi keluarga yang membutuhkan.
| Polisi Gagalkan Balap Liar di Kawasan FLyover Pasupati Bandung hingga Tangkap Anggota Geng Motor |
|
|---|
| bank bjb dan Pemprov Kepulauan Riau Resmikan Kerja Sama Strategis Perkuat Layanan Publik Digital |
|
|---|
| Raihmimpi Cermati Masa Depan Anak: Butuh Dukungan Holistik, Bukan Pendanaan Semata |
|
|---|
| DJ Sukabumi Lapor ke Bareskrim Polri Setelah Dapat Perlakuan Tak Mengenakkan dan Dipecat |
|
|---|
| DJ Asal Sukabumi Ngaku Dilecehkan saat Manggung di Riau, Malah Langsung Dipecat Manajemen |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/1Raihmimpiid-bersama-mitra-termasuk-Yayasan-Gemari-Bantu-Sesama.jpg)