Rabu, 3 Juni 2026

 Susu Formula Tak Bisa Sembarangan, IDAI Ingatkan Risiko Pada Bayi Pengungsi di Daerah Bencana

Dalam situasi bencana, perhatian terhadap kebutuhan dasar anak, khususnya nutrisi, menjadi hal yang sangat krusial. 

Tayang:
gemini ai
PEMBERIAN SUSU - Foto Ilustrasi susu. Dalam situasi bencana, perhatian terhadap kebutuhan dasar anak, terutama susu dan nutrisi, menjadi hal yang sangat krusial.  

Risiko muncul ketika air yang digunakan tidak bersih, takaran pengenceran tidak sesuai, atau bayi sebelumnya tidak pernah mengonsumsi susu formula.

“Pemberian formula bayi yang tidak sesuai kaidah dan menggunakan air yang tidak terjamin dapat meningkatkan risiko diare, kekurangan gizi, bahkan kematian bayi,” tegasnya.

Menurut dokter Kadafi, susu formula hanya boleh diberikan dalam kondisi yang sangat terbatas, misalnya pada bayi piatu atau bayi yang benar-benar tidak bisa menyusu setelah dilakukan penilaian dan relaktasi tidak memungkinkan. 

Itu pun, ketersediaan formula harus dijamin secara berkelanjutan selama bayi membutuhkannya, bukan hanya saat awal bencana.

“Pemberian formula harus berada di bawah supervisi dan monitoring ketat tenaga kesehatan terlatih. Ibu atau pengasuh juga perlu mendapatkan konseling dan informasi memadai tentang cara penyajian formula yang aman,” jelasnya.

Oleh karena itu, IDAI mendorong adanya dukungan nyata bagi ibu menyusui di situasi bencana. 

Dukungan tersebut meliputi penyediaan ruang menyusui yang nyaman dan memiliki privasi, lingkungan yang mendukung agar ibu tidak terprovokasi berhenti menyusui, serta prioritas akses terhadap makanan bergizi dan air bersih.

“Ha yang  tidak kalah penting adalah bantuan praktis dan pendampingan menyusui. Dengan dukungan yang tepat, proses menyusui bisa tetap berjalan meski dalam situasi sulit,” kata dia.

Ia berharap seluruh pihak, baik pemerintah, relawan, maupun masyarakat, dapat lebih bijak dalam menyalurkan bantuan pangan agar benar-benar bermanfaat dan tidak menimbulkan masalah kesehatan baru bagi anak-anak di wilayah terdampak bencana. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved