Waspadai Benjolan Pada Lipatan Paha (Kenali Gejala dan Penanganan Hernia Inguinalis)
HERNIA atau yang lebih dikenal dengan turun berok, dalam dunia medis atau kedokteran adalah penyakit akibat turunnya buah zakar seiring melemahnya
Penulis: Siti Fatimah | Editor: bisnistribunjabar
TRIBUNJABAR.ID - HERNIA atau yang lebih dikenal dengan turun berok, dalam dunia medis atau kedokteran adalah penyakit akibat turunnya buah zakar seiring melemahnya lapisan otot dinding perut.
Mereka yang menderita penyakit ini kebanyakan laki-laki, terutama anak-anak. Kebanyakan penderitanya akan merasakan nyeri, jika terjadi infeksi di dalamnya, misalnya, jika anak-anak penderitanya terlalu aktif.
Berasal dari bahasa Latin, herniae, yaitu menonjolnya isi suatu rongga melalui jaringan ikat tipis yang lemah pada dinding rongga.
Dinding rongga yang lemah itu membentuk suatu kantong dengan pintu berupa cincin. Gangguan ini sering terjadi di daerah perut dengan isi yang keluar berupa bagian dari usus.
Hernia yang terjadi pada anak-anak, lebih disebabkan karena kurang sempurnanya procesus vaginalis untuk menutup seiring dengan turunnya testis atau buah zakar. Sementara pada orang dewasa, karena adanya tekanan yang tinggi dalam rongga perut dan karena faktor usia yang menyebabkan lemahnya otot dinding perut.
Menurut dr Emiliana Lia Sp BA MKes, hernia bisa terjadi pada lipat paha atau dalam istilah medisnya hernia inguinalis yakni penonjolan pada lipat paha baik paha kanan atau kiri. Benjolan ini selain pada lipat paha juga bisa masuk ke kantong kemaluan. Keluhan benjolan atai tonjolan di lipat paha ini sifatnya hilang timbul.
"Biasanya benjolan ini terlihat setelah anak beraktivitas seperti habis lari atau ngeden saat akan BAB, namun ketika anak istirahat atau tidur benjolan akan berkurang," katanya di Santosa Hospital Bandung Center belum lama ini.
Untuk penyebabnya, hernia inguinalis ini karena kelainan bawaan atau kongenital. Hal ini dipicu salah satunya akibat testis atau buah zakar saat pertumbuhan dimana usia kehamilan ibu menuju tujuh bulan, tumbuhnya di dalam rongga perut. Saat memasuki usia kehamilan tujuh bulan baru mulai turun ke kantong kemaluan atau skrotum.
Buah zakar turun untuk perkembangan spermatogenesis. Untuk perkembangan sperma harus dalam suhu 33 derajat dan suhu seperti ini ada di kantong kemaluan.
Pada saat turun, buah zakar akan melewati lipat paha yang seperti terowongan untuk menuju kantong kemaluan. Normalnya, setelah buah zakar sampai ke kantong kemaluan, saluran di lipat paha ini harusnya tertutup, namun untuk kasus hernia inguinalis ini posisinya terbuka. "Celah di saluran yang tidak tertutup inilah yang menyebabkan hernia,"katanya.
Untuk penanganan,dokter akan menyarankan tindakan operasi guna mengembalikan posisi usus dan menutup celah yang menyebabkan hernia tersebut. Ada dua metode operasi untuk menangani hernia inguinalis yakni bedah terbuka.
Cara ini, dokter bedah akan mendorong benjolan hernia ingunalis kembali ke dalam perut melalui sebuah sayatan besar. Cara lainnya adalah Laparoskopi atau operasi lubang kunci. Dalam teknik ini, dokter bedah akan membuat beberapa sayatan kecil di bagian perut.
"Dilakukannyaperasi adalah untuk mengatasi hernia yang muncul, serta mencegah munculnya kembali hernia, dan yang lebih penting juga untuk mencegah komplikasi yang lebih berbahaya," katanya.
Komplikasi yang bisa dialami penderita hernia inguinalis antara lain usus terjepit di dalam saluran inguinalis. Kondisi ini dapat memicu terjadinya mual, muntah, sakit perut, dengan disertai benjolan yang terasa sakit pada bagian selangkangan.
Selain itu, komplikasi lainnya adalah hernia inguinalis inkarserata (strangulation), yaitu kondisi ketika usus yang keluar terjepit dan pasokan darahnya terhenti.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/santosa-hospital.jpg)