Jumat, 5 Juni 2026

Super Aplikasi Rumah Pendidikan Percepat Transformasi Pembelajaran

Superaplikasi Rumah Pendidikan menunjukkan dampak nyata terhadap peningkatan literasi digital dan keterlibatan belajar siswa di wilayah 3T

Tayang:
Editor: Siti Fatimah
Tribun Jabar/Dok Kemendikdasmen
RUMAH PENDIDIKAN - Implementasi Super Aplikasi Rumah Pendidikan yang diluncurkan Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) di SD Negeri 020 Sepaku, Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menunjukkan dampak nyata terhadap peningkatan literasi digital dan keterlibatan belajar siswa di wilayah 3T.  

Ringkasan Berita:
  • Superaplikasi Rumah Pendidikan  menunjukkan dampak nyata terhadap peningkatan literasi digital dan keterlibatan belajar siswa di wilayah 3T
  • Aplikasi Rumah Pendidikan Rumah Pendidikan bisa menjadi salah satu daya tarik belajar guna menekan angka penyebab putus sekolah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Implementasi Super Aplikasi Rumah Pendidikan yang diluncurkan Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) di SD Negeri 020 Sepaku, Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menunjukkan dampak nyata terhadap peningkatan literasi digital dan keterlibatan belajar siswa di wilayah 3T. 

Dari total 328 siswa di sekolah tersebut, sebanyak 155 siswa telah menjadi pengguna aktif fitur Ruang Murid, atau setara dengan 47,2 persen tingkat adopsi digital.

Perubahan paling signifikan terlihat pada peningkatan utilisasi diri siswa dalam mengoperasikan perangkat digital. 

Siswa yang sebelumnya mengalami kendala teknis, seperti penggunaan tetikus (mouse) dan navigasi aplikasi, kini mampu membuka dan menutup aplikasi, mengakses konten pembelajaran, serta mengeksplorasi fitur edukasi secara mandiri.

Laboratorium komputer tidak lagi menjadi ruang pasif, melainkan ruang eksplorasi yang dinamis dan partisipatif.

Syarinah, Guru SDN 020 Sepaku, menegaskan transformasi tersebut terjadi dalam waktu relatif singkat melalui pendampingan yang terstruktur.

“Awalnya banyak siswa canggung menggunakan perangkat digital. Sekarang mereka lebih percaya diri, mampu bernavigasi sendiri, bahkan berani mengeksplorasi konten pembelajaran tanpa takut salah. Rumah Pendidikan bukan sekadar alat belajar, tetapi media yang memerdekakan siswa untuk tumbuh di dunia digital secara positif,” ujarnya beberapa waktu lalu saat Tim Pusdatin meninjau ke sekolah. 

Pemanfaatan aplikasi besutan Pusdatin tersebut dilaksanakan dua kali dalam sebulan dengan durasi 2 x 35 menit setiap pertemuan.

Sebanyak 16 guru terlibat aktif mengeksplorasi fitur-fitur utama seperti Lab Maya, Buku Digital, Game Interaktif, serta modul penguatan karakter Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.

Keterlibatan tenaga pendidik menjadi faktor kunci keberhasilan implementasi.

Melalui pendekatan kolaboratif di komunitas belajar dan forum Kelompok Kerja Guru (KKG) Gugus 2 Kecamatan Sepaku, proses diseminasi dilakukan berkelanjutan agar menjembatani kesenjangan antara pemahaman konseptual dan praktik teknis di ruang kelas.

Menurut Syarinah, fitur Ruang Murid memberikan akselerasi signifikan terhadap metode pengajaran. “

"Ruang Murid menjadi akselerator pembelajaran bagi siswa kami. Kontennya dinamis dan sangat sesuai karakter generasi sekarang yang audio visual. Guru lebih mudah melakukan diferensiasi pembelajaran karena materi dapat disampaikan secara visual dan interaktif,” tambahnya yang menilai bahwa Rumah Pendidikan mampu menghadirkan ekosistem digital yang lebih terintegrasi dan komprehensif.

"Tingkat adopsi 47,2 persen adalah fondasi awal. Sekolah menargetkan peningkatan hingga 80 persen pada semester mendatang melalui penguatan infrastruktur laboratorium komputer serta optimalisasi pendampingan guru," sambungnya. 

Pada kesempatan berbeda, Kepala Pusdatin, Yudhistira Nugraha mengatakan, semangat pembelajaran mendalam, berkualitas, dan inklusif melalui Rumah Pendidikan bisa menjadi salah satu daya tarik belajar guna menekan angka penyebab putus sekolah terutama di pelosok daerah. 

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved