Senin, 18 Mei 2026

ITB Wajibkan Mahasiswa Paham AI: Bukan Cuma Pengguna, Tapi Harus Kuasai Komputasinya

ITB tidak menutup mata terhadap kehadiran kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam proses pembelajaran. 

Tayang:
Penulis: Nappisah | Editor: Muhamad Syarif Abdussalam
Tribun Jabar/Nappisah
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB, Prof. Dr. Irwan Meilano, S.T., M.Sc. 

Ringkasan Berita:
  • Wakil Rektor ITB, Prof. Irwan Meilano, menyatakan AI adalah keniscayaan yang wajib dipahami seluruh mahasiswa (16/4/2026). 
  • ITB menekankan penguasaan dasar komputasi seperti kalkulus dan aljabar linear agar mahasiswa kritis terhadap hasil AI. 
  • Penggunaan AI diwajibkan transparan melalui deklarasi mandiri dalam riset dan tugas akhir guna menjaga integritas akademik serta etika kampus.

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nappisah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Menyusul Perguruan Tinggi Negeri yang membebaskan mahasiswa menggunakan AI untuk tugas kuliah. 

Institut Teknologi Bandung (ITB) tidak menutup mata terhadap kehadiran kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam proses pembelajaran. 

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB, Prof. Dr. Irwan Meilano, S.T., M.Sc., menyebut, di ITB AI bukan sekadar alat bantu tambahan, melainkan bagian dari kompetensi dasar yang harus dipahami seluruh mahasiswa, apa pun program studinya.

“Iya, jadi kalau kami melihat bahwa AI itu keniscayaan. Jadi, kalau di ITB itu apapun program studinya mereka harus paham AI,” ujarnya, saat dikonfirmasi Tribunjabar.id, Senin (16/2/2026). 

Prof. Irwan menyebut, di ITB, AI masuk dalam satu program khusus yang diberikan sejak tahap persiapan bersama. 

Pada fase awal perkuliahan tersebut, mahasiswa sudah diperkenalkan pada konsep AI.

Namun, menurut Prof. Irwan, penguasaan AI tidak cukup hanya pada tataran penggunaan. 

Dia menyebut, ada dua fondasi yang harus berjalan beriringan: etika dan kemampuan berpikir kritis.

“AI itu harus bersama dengan kemampuan berpikir kritis. Jadi bukan kemudian bisa pakai AI, itu harus ditemani dengan critical thinking. Itu satu paket yang sangat penting,” katanya.

Ciri lain yang disebutnya khas ITB adalah penekanan pada pemahaman komputasional di balik AI. 

Mahasiswa, baik dari teknik elektro, kebumian, bisnis, hingga seni dan desain, tetap diwajibkan memahami dasar-dasar kalkulus dan aljabar linear.

“Mahasiswa harus memahami komputasional di balik AI. Jadi mau program studi apapun dia harus paham dasar dari kalkulus, dasar dari algebra linear,” ucapnya.

Menurut dia, pemahaman dasar tersebut penting agar mahasiswa mengetahui batasan AI, sekaligus mampu bersikap kritis terhadap hasil yang dihasilkan teknologi tersebut. 

Dengan begitu, AI tidak diterima mentah-mentah sebagai kebenaran tunggal.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved