Kamis, 4 Juni 2026

ITB Tekankan Urgensi Pendidikan Magister dan Doktor untuk Inovasi Bangsa

Sebagai universitas riset, ITB berkomitmen memperbesar porsi program pascasarjana. 

Tayang:
Penulis: Nappisah | Editor: Muhamad Syarif Abdussalam
Tribun Jabar/Nappisah
Sidang Terbuka Institut Teknologi Bandung Penerimaan Mahasiswa Baru Semester II Tahun Akadrmik 2025/2026 di Gedung Sasana Ganesha, Jumat (30/1/2026). 

Ringkasan Berita:
  • ITB menerima 2.019 mahasiswa pascasarjana baru pada semester genap 2025/2026, melonjak signifikan dari tahun sebelumnya. 
  • Rektor Prof. Tatacipta menegaskan pentingnya lulusan S2 dan S3 untuk menciptakan produk bernilai tambah tinggi demi kemandirian teknologi nasional.

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nappisah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Institut Teknologi Bandung (ITB) kembali menerima mahasiswa baru program pascasarjana untuk semester genap tahun akademik 2025/2026. 

Dalam penerimaan kali ini, ITB mencatat lonjakan signifikan jumlah mahasiswa, sekaligus menegaskan pentingnya pendidikan jenjang Magister (S2) dan Doktor (S3) sebagai kunci membawa Indonesia menjadi negara berpenghasilan tinggi.

Hal tersebut disampaikan Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., dalam acara Sidang Terbuka Institut Teknologi Bandung Penerimaan Mahasiswa Baru Semester II Tahun Akademik 2025/2026 di Gedung Sasana Ganesha, Jumat (30/1/2026). 

Pada momentum tersebut, Prof. Tata menyoroti bahwa jumlah doktor di Indonesia saat ini masih sangat minim, yakni kurang dari 60.000 orang secara nasional.

Padahal, pendidikan pascasarjana adalah motor utama bagi riset dan inovasi yang bernilai tambah tinggi.

"Jika kita ingin pindah dari negara berpenghasilan menengah ke negara berpenghasilan tinggi, diperlukan produk-produk dengan nilai tambah tinggi. Produk semacam itu hanya mungkin tercipta jika kita memiliki inovasi dan mengembangkan teknologi sendiri," ujar Prof. Tatacipta saat ditemui Tribunjabar.id, Jumat (30/1/2026). 

Menurut dia, sebagai universitas riset, ITB berkomitmen memperbesar porsi program pascasarjana. 

Hal ini juga didukung dengan transformasi kurikulum yang mewajibkan mata kuliah kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) serta pendekatan multidisiplin untuk menjawab masalah kompleks, seperti krisis iklim dan kebencanaan.

Di tempat yang sama, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB, Prof. Dr. Irwan Meilano, S.T., M.Sc., 50 persen mahasiswa baru berasal dari ITB.  

Dia menuturkan, bila biasanya penerimaan semester genap di bawah 1.200 mahasiswa, kali ini pihaknya menerima total sekitar 2.019 mahasiswa baru Program Pascasarjana dan Program Profesi. 

Jumlah tersebut terdiri atas 942 mahasiswa Program Magister, 181 mahasiswa Program Doktor, dan 896 mahasiswa Program Profesi.

Pada Program Magister, mahasiswa baru berasal dari berbagai bidang keilmuan, dengan 445 mahasiswa rumpun STEM dan 497 mahasiswa Non-STEM, yang sebagian besar berasal dari Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM).

Program Doktor menerima mahasiswa dari berbagai fakultas dan sekolah, dengan jumlah terbesar berasal dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA). Adapun Program Profesi mencakup 777 mahasiswa Program Profesi Insinyur (PSPI), 94 mahasiswa Program Profesi Apoteker, dan 25 mahasiswa Program Profesi Arsitek.

Prof. Irwan mencatat adanya tren pergeseran minat yang menggembirakan. 
Selain Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) yang rutin memiliki peminat tinggi untuk program Doktor, terjadi peningkatan signifikan pada Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI).

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved