Sertifikasi CSWP Jadi Bekal Penting Untuk Hadapi Persaingan Industri Desain dan Manufaktur
Perusahaan di Indonesia maupun internasional yang menjadikan sertifikat kompetensi sebagai salah satu syarat utama dalam proses rekrutmen.
Penulis: Putri Puspita Nilawati | Editor: Siti Fatimah
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sertifikasi kompetensi Certified SolidWorks Professional (CSWP) dinilai semakin penting di tengah kebutuhan industri yang kian menuntut standar keahlian global, khususnya di bidang desain dan manufaktur.
Hal tersebut disampaikan oleh PIC Perancangan Mesin Tepat Guna Teknologi CAD Angki Rachmat, saat menjelaskan urgensi sertifikasi kompetensi di era industri saat ini.
Menurut Angki, banyak perusahaan di Indonesia maupun internasional yang menjadikan sertifikat kompetensi sebagai salah satu syarat utama dalam proses rekrutmen.
“Meski masih ada perusahaan yang belum mewajibkan sertifikasi, kepemilikan sertifikat CSWP memberikan nilai tambah sekaligus meningkatkan kepercayaan diri pencari kerja,” ujar Angki saat dihubungi, Jumat (19/12/2025).
Angki menjelaskan CSWP merupakan sertifikasi teknologi Computer Aided Design (CAD) pada level menengah hingga ahli.
Sertifikasi ini menguji kemampuan peserta dalam membuat komponen dan assembly mesin, hingga menghasilkan gambar teknik yang menjadi dasar proses manufaktur.
Angki menjelaskan, kompetensi tersebut sangat dibutuhkan dalam industri yang menangani mesin dengan jumlah komponen besar.
“Setiap mesin bisa terdiri dari puluhan hingga ribuan komponen. Semakin banyak komponennya, semakin dibutuhkan teknologi CAD. Industri pesawat terbang dan otomotif misalnya, penggunaan CAD menjadi sebuah keharusan,” katanya.
Dalam sertifikasi CSWP, peserta diuji mulai dari pembuatan komponen tingkat menengah hingga kompleks, perakitan dengan hubungan mekanisme rumit seperti roda gigi dan sistem gerak, sampai pemahaman dalam menyusun gambar teknik sesuai standar industri.
Ia menambahkan, sertifikasi CSWP telah terbukti diakui secara luas oleh dunia industri.
Lulusan Politeknik Negeri Bandung (Polban) yang memiliki sertifikat ini diketahui bekerja di berbagai sektor, mulai dari otomotif, penerbangan, migas, hingga perusahaan penyedia perangkat lunak.
Bahkan, sejumlah lulusan berkiprah hingga ke Jepang dan Taiwan.
“Polban juga pernah bekerja sama dengan perusahaan di Swiss dalam teknologi CAD menggunakan CATIA V5 pada 2002–2012. Ini menunjukkan bahwa pemilik sertifikat teknologi CAD memiliki peluang kerja secara global,” tuturnya.
Melalui kompetensi yang selaras dengan kebutuhan industri manufaktur dan rekayasa, Angki menegaskan sertifikasi CSWP menjadi salah satu instrumen penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang siap bersaing di tingkat internasional.
| Bersaing Sengit, Ratusan Mahasiswa Nusantara hingga Mancanegara Ramaikan KPI ke-16 di Polban |
|
|---|
| Ratusan Mahasiswa Nasional dan Internasional Ramaikan Kompetisi Pariwisata Indonesia di Polban |
|
|---|
| Dampak Pelemahan Rupiah: Biaya Impor Bahan Baku Meroket, Margin Keuntungan Industri Menipis |
|
|---|
| Semarak Kompetisi Pariwisata ke-16, Polban Undang Kampus dari Filipina dan Mesir |
|
|---|
| Polban Rayakan Dies Natalis ke-47 dengan Fokus Penguatan Inovasi dan Keilmuan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Peserta-Sertifikasi-kompetensi-Certified-SolidWorks-Professional-CSWP-di-Polban.jpg)