Selasa, 21 April 2026

Kuliah Umum di Maranatha, Menteri HAM Tekankan Pentingnya Toleransi dan Moral Generasi Muda

Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai, saat mengisi kuliah umum di Universitas Kristen Maranatha

Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Siti Fatimah
Tribun Jabar/Nazmi Abdurrahman
KULIAH UMUM - Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai, saat mengisi kuliah umum di Universitas Kristen Maranatha, Jumat (12/12/2025).  

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Setiap orang harus memiliki cara berpikir, mengekspresikan dan bertindak yang berbasis pada nilai-nila Hak Asasi Manusia (HAM). 

Hal itu diungkapkan Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai, saat mengisi kuliah umum di Universitas Kristen Maranatha, Jumat (12/12/2025). 

Dalam kuliah umum bertemakan “Penguatan HAM dan Toleransi di Lingkungan Perguruan Tinggi” itu, Pigai mengatakan bahwa HAM adalah aset yang tidak terlihat tapi sangat penting.

Sehingga, kata Pigai, setiap mahasiswa di perguruan tinggi tidak hanya harus memiliki kecerdasan, tapi juga memiliki moral karena ke depan, para mahasiswalah yang akan menjadi pemimpin bangsa.

“Keberagaman itu harus diusung oleh kita, tidak ada yang bisa mengekang kita, semua orang punya kesempatan yang sama untuk berkarya tidak ada minoritas atau mayoritas,” katanya.

MENTERI HAM - Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai, saat mengisi kuliah umum di Universitas Kristen Maranatha, Jumat (12/12/2025). 
MENTERI HAM - Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai, saat mengisi kuliah umum di Universitas Kristen Maranatha, Jumat (12/12/2025).  (Tribun Jabar/Nazmi Abdurrahman)

Dalam rangka membangun HAM, Pigai mengaku sering datang ke kampus-kampus karena kampus adalah pusat persemaian sumber daya manusia (SDM) di Indonesia. 

“Maka saya perlu mendatangi perguruan tinggi untuk memperkuat cara berpikir, bertutur dan bertindak sesuai nilai-nilai HAM,” ucapnya,

“Kenapa HAM harus menyetuh di lapisan masyarakat di level pendidikan dan komunitas, karena tujuannya untuk menyiapkan peradaban yang kompetitif, orang-orang yang unggul, karena 20 tahun ke depan mereka akan menjadi pemimpin di lingkungannya masing-masing, maka ini menjadi bagian dari pembangunan HAM,” tambahnya. 

Rektor Universitas Kristen Maranatha, Prof Frans Umbu Datta mengaku sangat terhormat kampusnya mendapat kesempatan didatangi oleh Menteri HAM

“Kegiatan ini menjadi momentum untuk lebih dalam menanamkan nilai-nilai yang sudah hidup di Maranatha, bahwa kami ini adalah kampus yang secara natural sudah toleran, karena di sini tidak hanya orang Kristen yang kuliah di Maranatha, tapi semua dari lapisan agama, sosial dan ekonomi, semua ada di kampus ini,” ujar Prof Frans Umbu Datta.

Frans berharap, kunjungan Mentri HAM ini, ke depannya mempunyai dampak besar, tidak saja untuk kampus Maranatha, tapi bagi sekitarnya.

“Karena nilai-nilai HAM patut ditegakkan dimulai dengan memperkuat di lingkungan akademik supaya lulusan kami bisa menjadi jembatan untuk menyelenggarakan nilai-nilai HAM, tidak hanya dalam kata tapi dalam perbuatan dan perilaku setiap hari,” katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved