Unpad Teliti Manfaat Limbah Kulit Pisang untuk Deteksi Dini Kanker
Pemanfaatan limbah kulit pisang berpotensi memberikan nilai tambah sekaligus mengurangi dampak lingkungan.
Penulis: Putri Puspita Nilawati | Editor: Muhamad Syarif Abdussalam
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Mahasiswa Universitas Padjadjaran (Unpad) yang tergabung dalam Tim Paradisiaca menginisiasi riset inovatif dalam bidang kesehatan melalui pemanfaatan sisa kulit pisang sebagai bahan dasar pembuatan nanopartikel besi oksida untuk deteksi dini penyakit kanker.
Riset yang mengusung tema Kesehatan dan Gizi Masyarakat untuk Tujuan yang Berkelanjutan tersebut digagas tim Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) Unpad.
Tim Paradisiaca beranggotakan Chayra Annisa Kurnia, Syifa Mastura, Muhammad Ilham Amrullah, dan Annisa Ghasani Aryahiyah dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Unpad, serta Nissa Adjani Kusumawidiyanti dari Fakultas Farmasi Unpad.
Perwakilan Tim Paradisiaca, Chayra Annisa Kurnia, mengatakan, riset yang berlangsung sejak Juli - Oktober 2025 itu berfokus pada pemanfaatan limbah kulit pisang kepok (Musa paradisiaca L.) yang banyak ditemukan di daerah Jatinangor, Sumedang.
"Kulit pisang digunakan sebagai agen pereduksi dalam sintesis nanopartikel melalui pendekatan sintesis hijau (green synthesis) yang ramah lingkungan," ujar Chayra Annisa Kurnia dalam keterangan tertulisnya, Senin (1/12/2025).
Ia mengatakan, produksi pisang Indonesia yang mencapai 8,18 juta ton pada tahun 2020 menjadikan pemanfaatan limbah kulit pisang berpotensi memberikan nilai tambah sekaligus mengurangi dampak lingkungan.
Dalam prosesnya, pihaknya memodifikasi permukaan nanopartikel besi oksida dengan molekul asam folat yang memiliki afinitas tinggi terhadap reseptor folat, reseptor yang banyak diekspresikan pada beberapa jenis sel kanker, misalnya, sel kanker serviks.
"Hasil studi in silico menunjukkan energi ikatan sebesar -7,72 kcal/mol, menandakan interaksi kuat antara molekul asam folat dengan reseptor folat," kata Chayra.
Selain itu, berdasarkan hasil karakterisasi ukuran diameter nanopartikelnya meningkat dari 25 menjadi 45 nanometer akibat penambahan molekul asam folat untuk penargetan aktif dan polietilen glikol untuk meningkatkan stabilitas serra biokompatibilitas dalam tubuh.
Ia menyampaikan, dalam pengujian in vitro menggunakan sel kanker serviks (sel KB, CCL-17) menunjukkan tingkat viabilitas sel di atas 90 persen hingga konsentrasi 100 µg/mL melalui peningkatan internalisasi nanopartikel hingga 22 kali lipat dibandingkan kontrol.
Melalui riset itu, Tim Paradisiaca Unpad berhasil membuktikan potensi nanopartikel besi oksida terfungsionalisasi asam folat hasil sintesis hijau dari kulit pisang kepok sebagai agen kontras untuk deteksi dini penyakit kanker positif reseptor folat.
"Kami menyebutnya sebagai Paradisiaca, a peel of hope, karena menggambarkan harapan kulit pisang yang sering dianggap limbah dapat menjadi bahan berharga untuk kemajuan riset kesehatan berkelanjutan," kata dia.
| Ojol Kini Bebas Masuk Kampus Unpad Jatinangor Tanpa Scan QR Code, Ini Aturan Barunya |
|
|---|
| Unpad Jatinangor Izinkan Ojol Masuk Tanpa QR Code: Kesepakatan SKB Berlaku Melalui Gate D dan C |
|
|---|
| Unpad Siap Terapkan Kuliah Daring dan WFH Terbatas, Praktikum dan Kerja Lapangan Tetap Normal |
|
|---|
| Buka Banyak Jalur Penerimaan, Unpad Pastikan Kuliah Tetap Terjangkau di SMUP Mandiri 2026 |
|
|---|
| Siapkan Rp 26 Juta untuk UKT Kedoteran Unpad, Cek Besaran UKT Lainnya di ITB dan UPI |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Tim-Paradisiaca-beranggotaka.jpg)