Langkah Unpad Perkuat Riset Pascasarjana, Buka Sederet Program Studi Baru
Universitas Padjadjaran membuka beberapa program studi baru di tingkat pascasarjana dengan melihat kondisi yang dibutuhkan di masyarakat
Penulis: Muhamad Nandri Prilatama | Editor: Seli Andina Miranti
Ringkasan Berita:
- Unpad buka prodi pascasarjana baru: Magister HI, Ilmu Pangan, Doktor Perikanan, Doktor Fisika.
- Fakultas Kedokteran tambah Sp1 Gizi Klinik dan beberapa Sp2 spesialis.
- Ada jalur project-based, RPL, PJJ, alumni berprestasi, serta double degree.
- Pendaftaran sampai 13 Juli 2026 dengan banyak beasiswa tersedia.
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Universitas Padjadjaran membuka beberapa program studi baru di tingkat pascasarjana dengan melihat kondisi yang dibutuhkan di masyarakat, serta kebermanfaatannya di masa kini dan masa depan.
Unpad membuka beberapa prodi baru jenjang pascasarjana, antara lain Magister Hubungan Internasional, Magister Ilmu dan Teknologi Pangan, Doktor Perikanan dan Kelautan Berkelanjutan, Doktor Fisika.
Unpad di Fakultas Kedokteran pun membuka program studi spesialis (Sp1) Gizi Klinik, serta Subspesialis Patologi Klinik, Sp2 Dermatologi, Venerologi dan Estetika, Sp2 Ilmu Kesehatan Mata, dan Sp2 Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi.
Baca juga: Sekolah Vokasi Unpad Buka Peluang Magang ke Luar Negeri: Mulai dari Tiongkok, Jepang, Hingga Taiwan
Direktur Akademik Unpad, Prof Aliya Nur Hasanah mengharapkan program pascasarjana ini bisa memberikan inovasi untuk menyelesaikan berbagai masalah di masyarakat, sehingga diperlukan riset untuk menghasilkan inovasi itu.
"Untuk prodi Sp1 dan Sp2, pembukaan prodi terkait dengan kebutuhan bidang kesehatan terhadap tingginya beban penyakit. Perkembangan teknologi medis dan kasus penyakit semakin kompleks membutuhkan penanganan khusus dari konsultan atau subspesialis tingkat lanjut, sehingga pembukaan prodi Sp1 dan Sp2 menjadi penting," katanya.
Prof Aliya menambahkan, Unpad juga sudah menyediakan berbagai program pascasarjana dengan karakteristik khusus yang bisa dipilih calon pendaftar sesuai kebutuhan masing-masing. Program itu, antara lain magister berbasis project, magister jalur rekognisi pembelajaran lampau (RPL), magister pendidikan jarak jauh (PJJ), magister melalui jalur alumni berprestasi dan berkinerja, serta magister double degree baik dengan mitra perguruan tinggi di Indonesia maupun dengan perguruan tinggi Internasional.
"PJJ ini metode pembelajaran yang memungkinkan mahasiswa mengikuti perkuliahan tanpa harus hadir secara langsung di kampus, dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi, seperti platform e-learning, video conference, dan sistem pembelajaran daring lainnya. Capaian pembelajaran magister PJJ tak ada perbedaan dengan magister reguler, hanya model pembelajarannya dilakukan melalui jarak jauh. Kualitas pembelajaran dan fasilitasnya setara dengan pembelajaran reguler," katanya.
Kemudian, pada program RPL, profesional yang sudah punya pengalaman kerja bisa direkognisi menjadi SKS akademik, sehingga capaian pembelajarannya pun setara dengan magister reguler.
Lebih lanjut, Prof Aliya menyebut program magister yang bisa dipilih adalah double degree baik dengan mitra perguruan tinggi di Indonesia maupun mitra perguruan tinggi Internasional.
"Program ini menawarkan dua kompetensi dengan kesamaan 40 persen bisa diraih dalam rentang waktu sama dengan single degree. Untuk double degree nasional, prodi di Unpad dikombinasikan dengan bidang teknik informatika, contoh double degree dengan Binus yang menawarkan prodi digital technology in fishery, digital technology in Marine Science, dan digital economy, sedangkan double degree dengan Telkom University menawarkan prodi cyber forensics law," katanya.
Baca juga: Unpad Terima 3.196 Calon Mahasiswa Baru Jalur SNBT 2026, Pendaftar Tembus 80 Ribu
Pendaftaran beberapa program pascasarjana masih dibuka sampai 13 Juli 2026. Unpad juga menyediakan sejumlah beasiswa yang bisa dimanfaatkan calon pendaftar, seperti beasiswa unggulan pascasarjana Padjadjaran (BUPP) bagi pendaftar fast track S2-S3, beasiswa program doktoral Padjadjaran (BPDP) bagi pendaftar S3, beasiswa guruku bagi guru yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang S2, serta Unpad ASEAN scholarship bagi WNA di negara-negara ASEAN termasuk Timor Leste.
Kemudian, ada beasiswa lain dari pemerintah, semisal Lembaga Pengelola Dana Pendidikan atau LPDP, beasiswa pendidikan magister menuju doktor untuk sarjana unggul (PMDSU), serta The Indonesian AID Scholarship (TIAS), Kemitraan Negara Berkembang untuk mahasiswa Internasional dari negara-negara berkembang.(*)
| Sekolah Vokasi Unpad Buka Peluang Magang ke Luar Negeri: Mulai dari Tiongkok, Jepang, Hingga Taiwan |
|
|---|
| Unpad Terima 3.196 Calon Mahasiswa Baru Jalur SNBT 2026, Pendaftar Tembus 80 Ribu |
|
|---|
| Sate Maranggi Bootcamp Fapet Unpad Tawarkan Harga Rp3.000 Per Tusuk berkat Potong Jalur Distribusi |
|
|---|
| Nobar Film Pesta Babi di Unpad Jatinangor, Mahasiswa Sempat Khawatir Bakal Dibubarkan |
|
|---|
| Dari Mendaki Gunung hingga Disebut “Orang Gila”, Cara Prof Mansyur Temukan Rumput Kikuyu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/suasana-di-kampus-unpad-jatinangor.jpg)