Sistem Monitoring Awal Risiko Kegawatan Maternal Oleh Kader Dikenal sebagai SMART-K
TRIBUNJABAR.ID - Upaya menekan angka kematian ibu terus menjadi perhatian serius di Indonesia. Salah satu inovasi yang dilakukan adalah melalui
Penulis: Intan Yusita, Sri Wulan Megawati, Meda Yuliani
TRIBUNJABAR.ID - Upaya menekan angka kematian ibu terus menjadi perhatian serius di Indonesia. Salah satu inovasi yang dilakukan adalah melalui Sistem Monitoring Awal Risiko Kegawatan Maternal oleh Kader (SMART-K), sebuah program pengabdian masyarakat yang digagas tim dosen dan mahasiswa Universitas Bhakti Kencana (UBK). Program ini dilaksanakan pada Agustus–September 2025 dengan dukungan hibah Kemdiktisaintek, dan berfokus pada peningkatan kapasitas kader PKK dalam mendeteksi tanda-tanda bahaya kehamilan sejak dini.
Pengabdian Masyarakat dosen dan mahasiswa Universitas Bhakti Kencana yang mendapatkan Hibah pendanaan dari Kemdiktisaintek bertujuan menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu, dengan tema Sistem Monitoring Awal Risiko Kegawatan Maternal oleh Kader, juga dikenal sebagai SMART-K. Tujuan program ini adalah untuk meningkatkan kemampuan kader kesehatan untuk mengidentifikasi tanda-tanda kegawatan maternal secara dini, sehingga ibu hamil yang menunjukkan tanda-tanda bahaya dapat segera diobati atau dirujuk ke fasilitas kesehatan.
Kegiatan ini dilakukan oleh Ibu Intan Yusita, M.Keb sebagai ketua, bersama anggota yaitu: Sri Wulan Megawati, M.Kep., dan Meda Yuliani, M.Kes pada bulan Agustus-September 2025 telah berhasil dilaksanakan. Keberhasilan ini tentunya melibatkan banyak pihak dan antusias dari masyarakat yaitu Kader PKK Anyelir 12 yang berada di Jalan Sukarajin II Gg. Sastrodiharjo 2 RT 07 RW 12 Cikutra.
Kegiatan berlangsung di wilayah PKK Anyelir 12, Cikutra, dengan dipimpin oleh Ibu Intan Yusita, M.Keb sebagai ketua tim, didampingi anggota Sri Wulan Megawati, M.Kep., dan Meda Yuliani, M.Kes. Kehadiran tim pengabdian ini disambut antusias oleh para kader. Ketua PKK Anyelir 12, Ibu Muti Aryapuri, bahkan menegaskan bahwa program ini sangat membantu kader dalam meningkatkan rasa percaya diri saat mendampingi ibu hamil. “Kader jadi lebih siap untuk mengajar, memantau, dan mendampingi ibu hamil di wilayah kami. Harapan kami kegiatan seperti ini dapat dilakukan secara berkesinambungan,” ujarnya.
Sesi pertama diisi dengan materi analisis masalah kesehatan dan penyusunan program. Materi yang disampaikan oleh Ibu Bdn. Amida S Sarbini, SST.,M.Keb, membuka wawasan kader tentang bagaimana merancang program sederhana namun berdampak nyata di lingkungan mereka. Kader diajak untuk tidak hanya menjadi penggerak, tetapi juga perencana yang mampu menyusun langkah strategis sesuai kebutuhan warga.
Selanjutnya, Ibu Intan Yusita, M.Keb memberikan penjelasan mengenai kegawatdaruratan pada ibu hamil. Beliau menekankan pentingnya mengenali tanda bahaya kehamilan, seperti pendarahan, tekanan darah tinggi, dan gejala preeklampsia, yang dapat berisiko pada keselamatan ibu maupun bayi. Dengan pengetahuan ini, kader diharapkan lebih sigap dalam memberikan pertolongan awal maupun merujuk ke fasilitas kesehatan.
Tidak hanya teori, kegiatan ini juga dilengkapi dengan praktik langsung. Ibu Sri Wulan Megawati, M.Kep., dan Ibu Bdn. Meda Yuliani, SST., M.Kes., membimbing kader menggunakan aplikasi Early Warning System Indicator (EWSI). Aplikasi ini dirancang untuk membantu pemantauan ibu hamil melalui pencatatan gejala-gejala yang berpotensi menjadi tanda bahaya. Selain itu, kader juga berlatih keterampilan Bantuan Hidup Dasar (BHD), yang sangat penting dalam kondisi darurat sebelum tenaga medis tiba.
Sebagai bentuk dukungan nyata, tim UBK menyerahkan modul pembelajaran dan alat kesehatan kepada Ketua PKK Anyelir 12. Penyerahan ini menjadi simbol komitmen bahwa kegiatan pengabdian tidak berhenti pada satu kali pelatihan, melainkan berlanjut melalui peran kader yang semakin diperkuat. Kegiatan ini terselenggara berkat dukungan dana hibah Kemdiktisaintek Tahun 2025.
Program SMART-K menunjukkan bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dapat menghasilkan solusi inovatif untuk permasalahan kesehatan. Dengan bekal ilmu, keterampilan, dan dukungan teknologi, kader PKK kini lebih siap menjadi garda terdepan dalam menjaga keselamatan ibu hamil di lingkungannya. Harapannya, melalui upaya berkesinambungan, angka kesakitan dan kematian ibu dapat ditekan, sehingga kualitas kesehatan ibu dan anak di masyarakat semakin meningkat.
| Istri Wakil Walikota Tasikmalaya Mundur Dari Pengurus TP PKK, Kesehatan jadi Alasan |
|
|---|
| Inovasi PKK Majalengka: Sapa Bunda Sae Permudah Warga Urus e-KTP, STNK hingga Izin Usaha |
|
|---|
| UBK Laksanakan Pengmas Model Simulasi Mitigasi Bencana dan Bantuan Hidup Dasar |
|
|---|
| Dosen dan Mahasiswa Bhakti Kencana Berdayakan Warga Subang Melalui Pelatihan Produksi Teh Herbal |
|
|---|
| Fakultas Farmasi UBK Gelar Edukasi Kesehatan dan Pemanfaatan Teh Rambut Jagung di Mandalawangi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Foto-1-Tim-Pengmas-Dosen-dan-Mahasiswa-UBK-dan-Kader-PKK-Anyelir-12.jpg)