Kelola Domba Texel hingga Sapi Simental, Warga Binaan Asimilasi Karawang Siap Kembali ke Warga
Lapas Kelas II A Karawang mengoptimalkan program pembinaan kemandirian bagi 20 warga binaan asimilasi melalui sektor peternakan terpadu.
Penulis: Cikwan Suwandi | Editor: Muhamad Syarif Abdussalam
Ringkasan Berita:
- Lapas Kelas II A Karawang mengoptimalkan program pembinaan kemandirian bagi 20 warga binaan asimilasi melalui sektor peternakan terpadu dan pelayanan gizi masyarakat.
- Narapidana dilatih mengelola puluhan domba, sapi, dan ayam petelur sebagai bekal reintegrasi sosial.
- Dirjen Pemasyarakatan Mashudi mengapresiasi langkah humanis ini karena produktif dan mampu mengubah stigma negatif lapas.
Laporan Kontributor Tribunjabar.id Karawang, Cikwan Suwandi
TRIBUNJABAR.ID, KARAWANG - Aroma rumput segar bercampur bau kandang menyambut pagi di area peternakan Lapas Kelas II A Karawang, Senin (25/5/2026).
Di tengah deretan kandang domba, Rizki bersama dua rekannya tampak sibuk menyiapkan pakan dan membersihkan area ternak. Sesekali mereka menggiring domba-domba texel agar tetap berada di jalurnya.
Tak banyak yang tahu, ketiganya merupakan warga binaan asimilasi yang tengah menjalani program pembinaan ketahanan pangan sebagai bekal sebelum kembali ke masyarakat.
Bagi Rizki, rutinitas mengurus ternak bukan lagi sekadar kegiatan pengisi waktu di balik tembok lapas. Aktivitas itu perlahan menjadi pelajaran tentang tanggung jawab dan harapan baru untuk hidup setelah masa hukuman berakhir.
Di peternakan terpadu milik lapas tersebut, mereka mengurus puluhan ternak. Tercatat ada 46 ekor domba betina jenis texel, delapan domba garut, tiga domba sulfok, serta seekor dorper.
Setiap hari para warga binaan bertugas memberi makan, membersihkan kandang, hingga memastikan kesehatan ternak tetap terjaga.
Tak hanya peternakan domba, di sudut lain berdiri kandang ayam petelur hasil kerja sama dengan Balitbangtan Kementerian Pertanian. Sekitar 1.000 ekor ayam dipelihara di lokasi tersebut dan mampu menghasilkan 30 hingga 40 butir telur setiap harinya. Sementara itu, lima ekor sapi simental juga dipelihara untuk program penggemukan.
Kepala Lapas Kelas II A Karawang, Ma'ruf Prasetyo Hadianto, mengatakan program ketahanan pangan menjadi salah satu bentuk pembinaan kemandirian bagi warga binaan asimilasi.
Menurutnya, lapas kini tidak hanya berfungsi sebagai tempat menjalani hukuman, tetapi juga ruang pembelajaran agar warga binaan memiliki keterampilan ketika kembali ke masyarakat.
“Semoga dengan hal tersebut mereka nanti pada saat bebas memiliki bekal keterampilan untuk bisa melaksanakan di masyarakat,” kata Ma’ruf.
Ia menjelaskan, terdapat 20 warga binaan asimilasi yang terlibat dalam berbagai sektor ketahanan pangan. Mereka sebelumnya telah melewati sidang dan memenuhi syarat mengikuti program pembinaan kemandirian.
“Untuk melaksanakan pembinaan mereka melaksanakan sampai dengan SK pembebasan bersyarat mereka terbit,” ujarnya.
Tak hanya fokus pada peternakan dan pertanian, lapas juga mulai terlibat dalam program pelayanan gizi masyarakat. Melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 008, lapas menyediakan lahan seluas 400 meter persegi bekerja sama dengan Yayasan Bumi Langit Digjaya.
Program yang mulai beroperasi sejak 18 Mei 2026 itu melayani empat sekolah dengan total 1.199 penerima manfaat. Sebanyak 47 relawan terlibat, terdiri dari 29 masyarakat umum dan 18 warga binaan.
| Kanwil Kemenkum Jabar Bahas Penyusunan Raperda Kabupaten Layak Anak Bersama DPRD Kabupaten Karawang |
|
|---|
| Relokasi SDN Adiarsa Timur 1 Dibahas Serius, Disdikbud Karawang Siapkan Sejumlah Opsi Lahan |
|
|---|
| BREAKING NEWS: Remaja Tewas di Batujaya Karawang Bukan Korban Bentrok, Ternyata Dibunuh Kakak Kelas |
|
|---|
| Kronologi Penemuan Narkoba di Lapas Banceuy Bandung: Dilempar Orang Tak Dikenal ke Branggang |
|
|---|
| Penyembelihan Hewan Kurban di Kabupaten Bandung Diprediksi Naik 15 Persen pada Iduladhan 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Direktur-Jenderal-Pemasyarakatan-Kementerian-Imigrasi-dan-Pe.jpg)