Jumat, 12 Juni 2026

Sidak ke SMKN 2 Subang, Dedi Mulyadi Ultimatum Sekolah Kumuh dan Minim Inovasi

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyidak SMKN 2 Subang soroti ironi sekolah kejuruan yang minim inovasi hingga ultimatum kebersihan lingkungan kumuh

Tayang:
Penulis: Hilda Rubiah | Editor: Hilda Rubiah
Istimewa/Youtube Dedi Mulyadi
DEDI MULYADI BERANG: Tangkapan layar video saat Dedi Mulyadi mengunjungi SMKN 2 Subang disadur Jumat (3/4/2026). - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyidak SMKN 2 Subang soroti ironi sekolah kejuruan yang minim inovasi hingga ultimatum sistem rekrutmen kerja dan kebersihan lingkungan kumuh 

Ringkasan Berita:
  • Kritik Keras: Dedi Mulyadi berang saat menemukan lingkungan sekolah yang kotor, mulai dari sampah berserakan, area parkir tidak tertata, hingga fasilitas WC yang tidak layak. 
  • Inefektivitas Kejuruan: Gubernur menyoroti ironi sekolah yang memiliki jurusan tapi minim kreativitas dan inovasi
  • Ultimatum: KDM memberikan waktu satu minggu bagi sekolah dan dinas terkait untuk membenahi administrasi serta sinkronisasi informasi rekrutmen kerja.

TRIBUNJABAR.ID - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi kembali menjelajah sekolah untuk melakukan sidak (inspeksi dadakan).

Selain sidak di Sekolah Menengah Atas (SMA), Dedi Mulyadi menyidak salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Subang.

Saat tiba di SMK 2 Subang tersebut, Dedi Mulyadi dibuat berang saat melakukan kunjungan tersebut.

Gubernur Jabar itu menemukan kondisi lingkungan sekolah yang dinilai sangat tidak layak dan kumuh, meskipun sekolah tersebut menerapkan sistem pendidikan ala Taruna.

Kekesalan KDM bermula saat melihat fasilitas sekolah yang terbengkalai.

Baca juga: Dedi Mulyadi Bakal Wujudkan Mimpi Buruh Bergaji UMK Bisa Huni Apartemen Seharga Cicilan Motor

Mulai dari kursi yang berantakan, sampah plastik yang berserakan, hingga area parkir yang tidak tertata. 

Ia bahkan menemukan area cuci kaki yang tampak kotor dan memberikan kesan kumuh pada lingkungan sekolah.

Tak hanya itu, Dedi Mulyadi kesal saat meninjau kebersihan WC area sekolah tersebut yang jauh dari kata bersih.

“Saya tidak mau sekolah Taruna kesannya kumuh,” ujar Dedi Mulyadi sembari menegur staf sekolah.

Ironi Sekolah Kejuruan

Dalam kunjungannya, Dedi Mulyadi menyoroti fakta ketidaksinkronan antara jurusan yang ada dengan kondisi fisik sekolah. 

Ia mempertanyakan mengapa sekolah yang memiliki jurusan las dan permesinan membiarkan bangunannya tidak terurus.

Tak hanya itu, Dedi Mulyadi juga heran menyoroti SMK tersebut memiliki jurusan pertanian namun tidak memiliki sistem pengelolaan sampah organik yang berjalan.

Dedi Mulyadi pun menduga SMK tersebut hanya memfokuskan siswa di bidang akademik meski sekolahnya kejuruan.

"Bapak punya mesin bubut, punya mesin las, kenapa anak-anak lebih cenderung hanya akademik saja? Padahal mereka bisa dikerahkan untuk merapikan ini semua," tegas Dedi Mulyadi.

Gubernur yang akrab disapa KDM itu tampak  kecewa melihat fasilitas praktik yang tidak dimanfaatkan secara kreatif.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved