Sidak ke SMKN 2 Subang, Dedi Mulyadi Ultimatum Sekolah Kumuh dan Minim Inovasi
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyidak SMKN 2 Subang soroti ironi sekolah kejuruan yang minim inovasi hingga ultimatum kebersihan lingkungan kumuh
Penulis: Hilda Rubiah | Editor: Hilda Rubiah
Ringkasan Berita:
- Kritik Keras: Dedi Mulyadi berang saat menemukan lingkungan sekolah yang kotor, mulai dari sampah berserakan, area parkir tidak tertata, hingga fasilitas WC yang tidak layak.
- Inefektivitas Kejuruan: Gubernur menyoroti ironi sekolah yang memiliki jurusan tapi minim kreativitas dan inovasi.
- Ultimatum: KDM memberikan waktu satu minggu bagi sekolah dan dinas terkait untuk membenahi administrasi serta sinkronisasi informasi rekrutmen kerja.
TRIBUNJABAR.ID - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi kembali menjelajah sekolah untuk melakukan sidak (inspeksi dadakan).
Selain sidak di Sekolah Menengah Atas (SMA), Dedi Mulyadi menyidak salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Subang.
Saat tiba di SMK 2 Subang tersebut, Dedi Mulyadi dibuat berang saat melakukan kunjungan tersebut.
Gubernur Jabar itu menemukan kondisi lingkungan sekolah yang dinilai sangat tidak layak dan kumuh, meskipun sekolah tersebut menerapkan sistem pendidikan ala Taruna.
Kekesalan KDM bermula saat melihat fasilitas sekolah yang terbengkalai.
Baca juga: Dedi Mulyadi Bakal Wujudkan Mimpi Buruh Bergaji UMK Bisa Huni Apartemen Seharga Cicilan Motor
Mulai dari kursi yang berantakan, sampah plastik yang berserakan, hingga area parkir yang tidak tertata.
Ia bahkan menemukan area cuci kaki yang tampak kotor dan memberikan kesan kumuh pada lingkungan sekolah.
Tak hanya itu, Dedi Mulyadi kesal saat meninjau kebersihan WC area sekolah tersebut yang jauh dari kata bersih.
“Saya tidak mau sekolah Taruna kesannya kumuh,” ujar Dedi Mulyadi sembari menegur staf sekolah.
Ironi Sekolah Kejuruan
Dalam kunjungannya, Dedi Mulyadi menyoroti fakta ketidaksinkronan antara jurusan yang ada dengan kondisi fisik sekolah.
Ia mempertanyakan mengapa sekolah yang memiliki jurusan las dan permesinan membiarkan bangunannya tidak terurus.
Tak hanya itu, Dedi Mulyadi juga heran menyoroti SMK tersebut memiliki jurusan pertanian namun tidak memiliki sistem pengelolaan sampah organik yang berjalan.
Dedi Mulyadi pun menduga SMK tersebut hanya memfokuskan siswa di bidang akademik meski sekolahnya kejuruan.
"Bapak punya mesin bubut, punya mesin las, kenapa anak-anak lebih cenderung hanya akademik saja? Padahal mereka bisa dikerahkan untuk merapikan ini semua," tegas Dedi Mulyadi.
Gubernur yang akrab disapa KDM itu tampak kecewa melihat fasilitas praktik yang tidak dimanfaatkan secara kreatif.
Dedi Mulyadi
SMKN 2 Subang
ultimatum
kebersihan lingkungan sekolah
sekolah kejuruan
rekrutmen kerja
inovasi
| Transformasi Layanan dan Hunian, Intip Dua Inovasi Unggulan Jawa Barat |
|
|---|
| Dedi Mulyadi Respons Cepat Kondisi Memprihatinkan Masjid Cipaganti Bandung: Segera Direnovasi! |
|
|---|
| Usai Disidak Dedi Mulyadi, Penanganan Sampah di TPS Ciwastra Dibantu Insinerator dan RDF |
|
|---|
| Dihadiri Dedi Mulyadi hingga Bima Arya, Wabup Sumedang Fajar Aldila Resmi Persunting Astria Dita |
|
|---|
| Respons Dedi Mulyadi Nyaris Bantu Tersangka Pencurian Motor di Sumedang: Sudah Curiga |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Dedi-Mulyadi-ultimatum-SMKN-2-Subang.jpg)