Lebih jauh, Kapolda Jabar menegaskan bahwa wilayah Jawa Barat, terutama kawasan Puncak, selalu menjadi tujuan utama masyarakat dalam menghabiskan waktu libur. Tingginya minat tersebut menjadi dasar penting dalam penerapan berbagai strategi pengaturan arus kendaraan.
Ia menjelaskan bahwa keputusan penerapan rekayasa lalu lintas tidak dilakukan secara sembarangan. Berbagai indikator di lapangan menjadi bahan pertimbangan, termasuk pemantauan jumlah kendaraan yang keluar dari Gerbang Tol Ciawi serta kondisi arus dari arah berlawanan.
"Kami memiliki mekanisme pengukuran jumlah kendaraan yang keluar dari pintu Tol Ciawi dan juga memantau arus kendaraan dari arah sebaliknya. Kami juga menyiapkan shelter atau rest area di kawasan Gunung Mas yang difungsikan untuk menampung kendaraan ketika diberlakukan sistem one way dari arah bawah," ucapnya.
Melalui pengaturan yang terukur tersebut, diharapkan arus kendaraan yang menuju maupun meninggalkan kawasan Puncak tetap berada dalam kendali. Dengan demikian, mobilitas masyarakat selama masa libur dan arus balik Lebaran dapat berjalan lebih aman, tertib, dan lancar.