Kambing Cuma Seharga Ayam! Peternak di Pangandaran Menjerit, Harga Anjlok Drastis
Peternak kambing di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat mengeluhkan anjloknya harga jual kambing di pasaran.
Penulis: Padna | Editor: Siti Fatimah
Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna
TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Peternak kambing di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat mengeluhkan anjloknya harga jual kambing di pasaran.
Kondisi tersebut membuat hasil penjualan ternak tidak sebanding dengan biaya perawatan yang terus mengalami kenaikan.
Seorang peternak kambing di Kecamatan Padaherang, Nurzaman (33), mengatakan harga kambing saat ini jauh lebih murah dibandingkan tahun sebelumnya.
Bahkan, di pasaran harga daging kambing kini nyaris setara dengan harga daging ayam broiler.
Baca juga: Harga Ayam Broiler di Pangandaran Naik Jelang Ramadhan, Penjual Anggap Sudah Biasa
"Padahal biaya pakan, perawatan hingga tenaga kerja justru terus naik. Saat ini, saya ternak 12 ekor kambing," ujar Nurzaman kepada Tribun Jabar di halaman rumahnya, Rabu (28/1/2026) siang.
Harga kambing saat ini hanya berkisar Rp 35 ribu per kilogram berat hidup.
Padahal tahun sebelumnya, harga kambing menembus Rp 60 ribu hingga Rp 100 ribu per kilogram berat hidup.
"Kalau dijual dengan harga sekarang, hasilnya hanya cukup untuk menutup biaya pakan. Jadi, keuntungan hampir tidak ada," katanya.
Akibat kondisi murahnya harga kambing, keuntungan yang diharapkan para peternak tentu tidak tercapai.
Ia menduga, rendahnya harga jual kambing dipengaruhi kurangnya daya beli masyarakat serta melimpahnya pasokan kambing di pasaran.
"Kami terpaksa menjual dengan harga murah supaya modal tetap bisa berputar," ucap Nurzaman.
Untuk itu, Ia berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian kepada para peternak, baik melalui upaya stabilisasi harga, bantuan pakan ternak, maupun pembinaan pemasaran.
Baca juga: Sepekan Jelang Puasa Harga Ayam Potong di Cianjur Mulai Naik, Pedagang: Bisa Sampai Rp 42 Ribu/kg
"Ya, supaya hasil ternak memiliki nilai jual yang lebih layak dan kita juga bisa tetap bertahan berternak," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran, Deni Rakhmat, mengatakan, sebenarnya pemerintah daerah bisa melakukan intervensi harga jika transaksi jual beli dilakukan di pasar hewan milik Pemkab Pangandaran.
"Namun sejauh ini, Kabupaten Pangandaran belum memiliki pasar hewan sendiri," kata Deni.
Menurutnya, jika pasar hewan sudah tersedia, maka aturan jual beli ternak akan mengikuti ketentuan yang ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Pangandaran.
"Kan selama ini transaksi jual-beli dilakukan beragam, ada yang berdasarkan per kilogram, per ekor, dan berdasarkan bentuk fisik ternak," ucapnya.
| Ribuan Anak Putus Sekolah di Pangandaran, Ini Strategi Disdikpora Kejar Wajib Belajar 13 Tahun |
|
|---|
| BUMDes Pangandaran Didorong Suplai Program Makan Bergizi Gratis, Peluang Dongkrak Ekonomi Desa |
|
|---|
| Pangandaran Diguncang Gempa Beruntun, BPBD Imbau Warga Tetap Tenang Namun Waspada |
|
|---|
| Pangandaran Diguncang Dua Kali Gempa Pagi Ini, Warga Baru Rasakan Getaran yang Kedua |
|
|---|
| Soal Pasutri di Pangandaran Curhat ke KDM dan Hotman Paris, Propam Polres Turun Tangan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Nurzaman-seorang-peternak-kambing.jpg)