Disebut Pandji "Gubernur YouTuber", Dedi Mulyadi Beri Jawaban Lewat Data dan Ajak Keliling Jabar

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengomentari kritik komika Pandji Pragiwaksono soal kebiasaan sebagian masyarakat Jawa Barat di Pemilu.

Tangkapan Layar
Kolase Gubernur Jabar Dedi Mulyadi dan komika Pandji Pragiwaksono. (Instagram @dedimulyadi71 dan KOMPAS.com) 

Ringkasan Berita:
  • Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menanggapi kritik Pandji Pragiwaksono dengan mengingatkan fakta popularitas artis seperti Deddy Mizwar dan Dede Yusuf terbukti tidak selalu memenangkan Pilkada di Jawa Barat
  • KDM juga membela kapasitas rekan artisnya serta mengajak Pandji untuk berkeliling Jawa Barat guna membuktikan apakah dirinya hanya "Gubernur konten" atau pemimpin yang memberikan perubahan nyata pada infrastruktur. 
  • KDM tetap mengapresiasi kritik kreatif Pandji sebagai bagian dari demokrasi.

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengomentari kritik komika Pandji Pragiwaksono soal kebiasaan sebagian masyarakat Jawa Barat dalam memilih calon pemimpin berlatar belakang artis.

Sebelumnya, Pandji mengatakan hal tersebut dalam pertunjukan stand-up comedy spesialnya bertajuk "Mens Rea".

Potongan-potongan videonya bertebaran di media sosial, dan akhirnya satu di antaranya yang menyangkut Jawa Barat ditanggapi Dedi Mulyadi melalui TikTok pribadinya @dedimulyadiofficial, 4 Januari 2026.

Dalam potongan video yang dipublikasikan ulang oleh Dedi Mulyadi, Pandji mengatakan ada sebagian warga yang masih memilih pemimpin berdasarkan kepopulerannya,

"Ada lagi yang milih berdasarkan yang populer. Gue gak tau nih orang bisa kerja atau enggak. Gue gak tau ahlaknya nih orang, pokoknya populer aja," kata Pandji dalam video tersebut.

Permasalahan ini, katanya, ada di kalangan masyarakat Jawa Barat, khususnya warga Sunda,

"Orang Sunda seneng banget milih artis. Gubernur mereka waktu itu Deddy Mizwar, artis film. Wakil gubernur mereka Deddy Yusuf, artis TV. Sekarang gubernurnya Deddy Mulyadi, artis Youtube," kata Pandji.

Dedi Mulyadi kemudian menanggapi santai pernyataan tersebut melalui potongan video selanjutnya.

Ia menyatakan bahwa dirinya berterima kasih kepada Pandji yang selalu memberikan pernyataan-pernyataannya yang menggeletik, korektif, dan edukatif. Dedi Mulyadi pun menyatakan bahwa ia adalah penggemar karya-karya Pandji.

Namun kali ini, kata Dedi Mulyadi, pada faktanya hal yang terjadi tidak serta-merta sama dengan apa yang dikatakan Pandji soal Jabar dan Sunda.

Ia kembali mengingat Pilkada Jabar 2012, saat Dede Yusuf mencalonkan jadi Gubernur Jabar bersama Lex Laksamana. Dede Yusuf yang mantan Wakil Gubernur Jabar saat itu kalah dari pasangannya terdahulu, Ahmad Heryawan.

Juga Deddy Mizwar yang gagal menang pada Pilkada Jabar 2018. Padahal Deddy Mizwar saat itu berpasangan dengan Dedi Mulyadi. Akhirnya Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum menang pada pilkada tersebut.

"Termasuk nih orang Jawa Barat tuh milih pemimpin selalu yang keartisan. Tetapi sayang sekali Bang Pandji, Pak Deddy Mizwar dan Pak Dede Yusuf, waktu nyalonin jadi gubernur malah gak kepilih. Pak Deddy Mizwar dulu pasangannya sama saya loh calon wakil gubernurnya," kata Dedi Mulyadi.

Dedi Mulyadi bahkan memuji Dede Yusuf yang berkali-kali terpilih menjadi Anggota DPR RI, terlepas dari latar belakang keartisannya.

"Tetapi walaupun dia artis, saya ngaku jujur. Pak Dede Yusuf itu punya kemampuan pemahaman pembangunan yang relatif sangat baik. Dan sekarang dua kali menjadi pimpinan komisi di DPR RI, juga kerangka berpikir pembangunannya keren," katanya,

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved