KDM Bela Pedagang Telur yang Diintimidasi karena Mengkritik Jalan Rusak di Garut

KDM mengingatkan pemerintah agar tidak pernah melakukan intimidasi terhadap warga yang melakukan kritik pembangunan yang belum berkeadilan.

Istimewa/Dok Holis Muhlisin
INTIMIDASI - Sosok Holis Muhlisin seorang pedagang telur jadi korban intimidasi keluarga kepala desa usai unggah kondisi jalan rusak di Desa Panggalih, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, Jawa Barat. 

Ringkasan Berita:
  • Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memanggil Holis Muhlisin ke Lembur Pakuan setelah video intimidasi yang dilakukan keluarga kepala desa di Garut terhadap pedagang telur tersebut viral. 
  • Gubenrur menegaskan agar pemerintah desa hingga kabupaten tidak melakukan tindakan intimidatif terhadap warga yang kritis dan meminta segera dilakukan rekonsiliasi serta perbaikan jalan di wilayah Cisewu
  • Holis kini bersiap memaparkan fakta terkait kondisi infrastruktur desanya langsung di hadapan Gubernur.

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Garut, Sidqi Al Ghifari 

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Nama Holis Muhlisin (31) mendadak viral di media sosial setelah menjadi korban intimidasi oleh keluarga kepala desa lantaran kerap mengunggah video kondisi infrastruktur rusak di desanya.

Kejadian intimidasi ini pun kemudian terekam video dan akhirnya viral di media sosial. Banyak warganet memberikan dukungannya untuk Holis dan menyayangkan adanya intimidasi tersebut.

Video peristiwa intimidasi itu viral hingga ditonton lebih dari satu juta netizen di akun Facebook miliknya.

Dalam video yang diunggahnya Holis terlihat dimaki-maki keluarga kepala desa, di antara mereka bahkan mengucapkan kalimat hinaan.

Saat dihubungi Tribun, Holis menyebut bahwa dirinya tengah bersiap-siap berangkat ke Lembur Pakuan untuk bertemu langsung dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

"Saya ditelpon ajudan untuk menghadap Pak Gubernur Dedi Mulyadi malam ini," ujarnya saat dihubungi Tribunjabar.id, Sabtu (3/1/2/2026).

Ia menuturkan, belum mengetahui secara pasti apa yang nantinya akan dibahas orang nomor satu di Jawa Barat itu.

Holis menyebut bahwa peristiwa viralnya video itu terjadi tanggal 27 Oktober 2025, namun baru ia unggah tanggal 31 Desember 2025.

Intimidasi itu ucapnya, dilakukan oleh empat orang. Yakni istri kepala desa, anak kepala desa, menantu kepala desa, serta keponakan kepala desa.

Holis mengaku sempat mendapatkan kekerasan berupa cekikan di leher dan pukulan di punggungnya.

"Saya sebagai korban tidak enak, digituin sama orang lain. Saya melakukan (posting video jalan) untuk kemajuan desa," ungkapnya.

Holis merupakan warga Kampung Babakangadoh RT01 RW06, Desa Panggalih, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Kepada Tribun, Holis mengaku kesehariannya merupakan seorang pedagang telur keliling yang setiap hari berkeliling dari kampung ke kampung. 

Dalam aktivitasnya tersebut, ia kerap melintasi berbagai ruas jalan yang kondisinya rusak, berlubang, dan sulit dilalui.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved