Sabtu, 2 Mei 2026

Waspada Longsor di Nyalindung, Jalan Sukabumi–Sagaranten Sempat Lumpuh

Bencana longsor akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Minggu (28/12/2025).

Tayang:
Dokumen Pribadi
Longsor tutup Jalan Sukabumi-Sagaranten tepatnya di Nyalindung, Minggu (28/12/2025). Kondisi kendaraan mulai bisa berjalan pascapenanganan. 
Ringkasan Berita:
  • Jalur provinsi Sukabumi–Sagaranten di Kecamatan Nyalindung akhirnya kembali normal pada Senin dini hari setelah sempat lumpuh total akibat longsor di empat titik berbeda. 
  • Petugas gabungan bersama warga melakukan pembersihan material secara manual sejak Minggu sore guna memastikan kendaraan wisatawan dan warga dapat melintas kembali. 
  • Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada mengingat status tanggap bencana masih berlaku hingga April 2026.

Laporan Kontributor Tribunjabar.id. Dian Herdiansyah.

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI – Bencana longsor akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Minggu (28/12/2025), menyebabkan akses jalan Provinsi Sukabumi–Sagaranten sempat tertutup total dan melumpuhkan arus lalu lintas selama beberapa jam.

Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi (P2BK), longsor terjadi di tiga titik, yakni di wilayah Desa Kertaangsana, Bojongsari, dan Cisitu, serta satu titik lainnya berada di ruas jalan provinsi.

Pranata Pencarian dan Pertolongan BPBD Kabupaten Sukabumi, Indra Darmawan, menyampaikan bahwa bencana tersebut dipicu oleh intensitas hujan yang tinggi sejak siang hari. 

Limpahan air dan pergerakan material longsor mulai terjadi sekitar pukul 16.30 WIB, sementara longsor besar terjadi setelah Maghrib.

Dalam penanganannya, unsur gabungan dari BPBD, Polsek, Babinsa, Koramil, pemerintah desa, relawan WPBD, serta masyarakat setempat melakukan pembersihan material secara gotong royong, meskipun alat berat masih dalam proses koordinasi.

“Kalau secara manual memang agak lama. Targetnya mudah-mudahan bisa selesai sampai pukul 00.00 malam,” kata Indra.

Terkini, pasca penanganan bencana, akses jalan Provinsi Sukabumi–Sagaranten kini sudah kembali bisa dilalui kendaraan.

Salah seorang warga terdampak, Ari Sepiani (22), mengatakan arus lalu lintas mulai normal kembali sekitar pukul 01.00 WIB.

"Sekitar jam satu malam jalan provinsi sudah bisa dilewati lagi, kendaraan mulai berjalan,” ujarnya.

Namun demikian, hingga saat ini pengangkatan material longsor masih terus dilakukan oleh para petugas dibantu warga, guna memastikan kondisi jalan benar-benar aman dan tidak membahayakan pengguna jalan.

"Penanganan masih dilakukan pembersihan material, dibantu warga," singkatnya.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengimbau masyarakat agar warga maupun wisatawan yang hendak berlibur ke berbagai objek wisata di Jawa Barat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana. 

"Hati-hati di jalan, hati-hati di tempat wisata. Hati-hati terhadap curah hujan," kata Dedi Mulyadi di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (22/12/2025). 

Ia menegaskan Jabar tengah memberlakukan status tanggap bencana hingga April 2026. Kondisi tersebut diperkuat dengan peringatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait curah hujan tinggi di akhir tahun.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved