Pasutri asal Kuningan Jadi Korban TPPO Dipaksa Jadi Admin Judol di Kamboja
Sebuah video memperlihatkan pasutri asal Kuningan, Jawa Barat ngaku dipaksa kerja jadi admin judi online (judol) di Kamboja viral di media sosial
Ringkasan Berita:
- Sebuah video pasutri asal Kuningan, Jawa Barat ingin pulang ke Indonesia setelah dipaksa kerja jadi admin judi online di Kamboja, viral di media sosial.
- Pengakuan orangtua yang kaget
- Peringatan dari Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia
TRIBUNJABAR.ID - Sebuah video memperlihatkan pasutri asal Kuningan, Jawa Barat ingin pulang ke Indonesia, viral di media sosial.
Dalam video yang beredar pasangan suami istri (pasutri) itu mengaku dipaksa kerja jadi admin judi online (judol) di Kamboja.
Mereka diduga menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
Mereka diduga dipaksa bekerja hingga mengalami kekerasan fisik.
Dalam video viral tersebut, korban mengunggah video permohonan bantuan agar bisa dipulangkan ke Indonesia.
Baca juga: Polisi Janji Usut Kasus Kiper Asal Bandung Diduga Jadi Korban TPPO, Kejar Jaringan Perekrut Riski
Terkait video viral pasutri diduga jadi korban TPPO itu, Kapolres Kuningan AKBP M Ali Akbar membenarkan hal tersebut.
“Kami sudah kami video tersebut, dan juga langsung mencari tahu keberadaan orang tua korban, kami mendapatkan keterangan bahwa korban diajak oleh rekannya yang berada di Jakarta. Sehingga dugaan tindak pidananya ada di Jakarta,” kata Ali, Selasa (9/12/2025) pagi, melansir dari Kompas.com.
Korban diketahui bernama Dymas Nurdjaty, warga Desa Galaherang, Kecamatan Maleber, Kabupaten Kuningan.
Ia berangkat ke Kamboja bersama istrinya, Nenden, warga Karawang, setelah diajak rekannya dengan iming-iming gaji besar.
Akbar mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Mabes Polri dan kepolisian di wilayah yang diduga menjadi lokasi awal perekrutan.
Dymas disebut tidak sendirian.
Ia bersama istrinya dan lima WNI lainnya asal Jakarta, Karawang, Lampung, Riau, dan Manado.
Mereka mengaku dipaksa bekerja dan mengalami kekerasan fisik.
Karena tak tahan, para korban melarikan diri dan bersembunyi di tempat aman.
| Daftar Harga BBM Pertamina Hari Ini Senin 13 April 2026, Cek Pertamax di Jabar |
|
|---|
| Pilu! Dijanjikan Gaji Rp16 Juta Malah Disiksa di Kamboja, Agus PMI Pangandaran Akhirnya Pulang |
|
|---|
| BMKG: Waspada Hujan Lebat di Jabar 3 Hari ke Depan, Bandung dan Sukabumi Masih Berpotensi Banjir |
|
|---|
| Aten Munajat: Kasus Bayi di RSHS Harus Jadi Momentum Refleksi Total Pelayanan Kesehatan |
|
|---|
| Daftar Harga BBM Pertamina Hari Ini Minggu 12 April 2025 di SPBU Se-Indonesia, Cek Pertamax |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Pasutri-asal-Kuningan-Jawa-Barat-diduga-jadi-korban-TPPO-di-Kamboja.jpg)