Perihnya Hidup Rahmat Warga Sukabumi, Terbaring Tak Berdaya dan Anak Perlu Uluran Tangan
Hidup Rahmat penuh dengan ujian. Pria 44 tahun ini terus berjuang untuk hidup meski kondisinya kian memprihatinkan.
Penulis: Dian Herdiansyah | Editor: Giri
Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Dian Herdiansyah
TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Hidup Rahmat penuh dengan ujian. Pria 44 tahun ini terus berjuang untuk hidup meski kondisinya kian memprihatinkan. Tubuhnya semakin kurus, sedangkan napasnya sering tersengal-sengal.
Rahmat merupakan warga Kampung Bojonggaling, RT 02, RW 02, Desa Kebonpedes, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Dia menempati rumah sederhana.
Di tengah kesederhanaan hidup itu, semangat terus diuji oleh deretan penyakit yang menyerang. Dia menderita gagal ginjal stadium dua, gangguan paru-paru, dan diabetes.
Warga dan petugas Desa mengevakuasi Rahmat menuju RSUD Syamsudin SH di Kota Sukabumi, Sabtu (18/10/2025). Ini bukan pertama kalinya ia dirawat di sana.
Namun yang membuat momen itu berbeda adalah perjuangan panjang yang menyertai langkah-langkah kecil menuju rumah sakit.
Saat kondisi kesehatannya memburuk, Rahmat sempat tidak bisa mendapatkan layanan rumah sakit karena BPJS Kesehatan yang bersumber dari APBN miliknya tidak aktif. Datanya dinonaktifkan oleh pusat. Di titik itulah, harapan seperti nyaris pupus.
Baca juga: Longsor hingga Pohon Tumbang Terjadi di Kabupaten Sukabumi Imbas Hujan Disertai Angin Kencang
Namun kabar tentang Rahmat sampai ke telinga Kepala Desa Kebonpedes, Dadan Apriandani. Dia akhirnya turun tangan mengurus reaktivasi BPJS Rahmat melalui jalur bantuan pemerintah daerah.
Meski memerlukan waktu dan upaya, akhirnya BPJS itu aktif lagi. Rahmat pun bisa menjalani perawatan lagi.
Kondisi Rahmat kini masih lemah. Ia dirawat dengan harapan penyakitnya bisa dikendalikan.
"Alhmdulillah setelah kita upayakan kemarin melalui Dinas Sosial, akhirnya keluar dan aktif. Sekarang kondisinya (Rahmat) sudah kita bawa ke Bunut untuk mendapatkan penanganan medis," ungkap Dadan.
Di balik derita medis yang tengah diderita Rahmat di ruang perawatan RSUD Syamsudin SH, ada luka lain yang tak kalah perih. Tekanan ekonomi terus menghimpit keluarganya di rumah.
Sebelum sakit, Rahmat dikenal sebagai pekerja serabutan di lingkungannya. Tak ada pekerjaan tetap, tak ada penghasilan pasti. Rahmad mengerjakan apa saja, sepert mengecat rumah, memikul hasil panen, hingga menjadi tukang bantu bangunan, demi sekadar membawa pulang beras ke rumah.
Namun sejak tubuhnya mulai melemah karena komplikasi gagal ginjal, gangguan paru-paru, dan diabetes, ia tak lagi mampu mengangkat beban, apalagi mencari nafkah.
Baca juga: Rindang Pohon dan Batu Tertata Rapi, Indahnya Pantai Cempaka Sukabumi
Kini, Rahmat hanya bisa terbaring, sementara istrinya harus mengurus rumah dan merawat suami tanpa pemasukan.
| Jamin Regulasi Bersih, Kemenkum Jabar Kawal Raperda Anti Konflik Kepentingan DPRD Kota Sukabumi! |
|
|---|
| Persib Kokoh di Puncak Klasemen Usai Bungkam PSM, Bobotoh Sukabumi Optimistis Hattrick Juara |
|
|---|
| Gempa Bumi Cukup Besar Dirasakan Warga Cianjur Malam Ini, Berpusat di Sukabumi |
|
|---|
| PLN UP3 Sukabumi Siaga Jaga Keandalan Listrik demi Kelancaran Ibadah Kenaikan Yesus Kristus 2026 |
|
|---|
| PLN UP3 Sukabumi Gelar Apel Siaga K3 Safety Alignment with Leader |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Rahmat-warga-Sukabumi-yang-menderita-penyakit-komplikasi-sUKABUMI.jpg)