Cuaca Majalengka Panas Ekstrem hingga Akhir Oktober, Warga Diminta Sering Minum Air Putih
Suhu siang hari terasa menyengat, bahkan sebagian warga menyebut baru kali ini merasakan panas seterik ini.
Penulis: Adhim Mugni Mubaroq | Editor: Seli Andina Miranti
Laporan Adim Mubaroq
TRIBUNJABAR.ID, MAJALENGKA – Warga Majalengka mengeluhkan cuaca panas ekstrem yang terus dirasakan dalam beberapa minggu terakhir.
Suhu siang hari terasa menyengat, bahkan sebagian warga menyebut baru kali ini merasakan panas seterik ini.
“Saya sudah puluhan tahun tinggal di Majalengka, baru kali ini merasakan cuaca sepanas ini, terutama di Cigasong,” ujar M. Ibin Nugraha, warga Perum BCA, Kecamatan Sukahaji, Kabupaten Majalengka, Rabu (15/10/2025).
Hal senada disampaikan Ibrahim Thalib, warga Majalengka Kulon.
Baca juga: Wargi Jabar Masih Harus Tahan Gerah, Cuaca Panas Diprediksi Berlangsung hingga Awal November
Menurutnya, hawa panas sudah dirasakan sejak lebih dari satu bulan terakhir.
“Ya betul, panas sekali. Siang hari bahkan terasa seperti di dalam oven,” katanya.
Menanggapi fenomena ini, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kertajati mencatat suhu maksimum mencapai 37,6 derajat Celsius, dan kondisi panas ekstrem ini diperkirakan akan berlangsung hingga akhir Oktober 2025.
Prakirawan BMKG Kertajati, Dyan Anggrainy, menjelaskan bahwa peningkatan suhu udara ini dipicu oleh pergerakan posisi Matahari yang kini berada tepat di atas wilayah Jawa.
BMKG mengimbau masyarakat untuk menjaga hidrasi tubuh, menghindari paparan sinar matahari langsung terlalu lama, dan memperbanyak konsumsi air putih.
“Kondisi panas ekstrem meningkatkan risiko dehidrasi dan kelelahan akibat panas (heat exhaustion),” imbau Dyan.
Sementara Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menjelaskan bahwa cuaca panas ekstrem dipicu oleh pergeseran semu Matahari ke selatan Indonesia dan kondisi minim awan hujan.
“Saat ini Indonesia masih dalam musim pancaroba. Minimnya tutupan awan membuat sinar Matahari langsung menembus tanpa hambatan, sehingga suhu terasa jauh lebih panas,” ujarnya.
Menurut Dwikorita, radiasi Matahari meningkat di sejumlah wilayah, termasuk Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.
Kondisi ini bersifat sementara dan diperkirakan akan berakhir pada akhir Oktober hingga awal November 2025, seiring masuknya musim hujan.
Baca juga: Gerah! Suhu Udara di Majalengka Tembus 37,6 Derajat Celsius, tertinggi di Jatiwangi
“Cuaca panas ekstrem kemungkinan akan mulai mereda akhir Oktober hingga awal November, bersamaan dengan peningkatan tutupan awan dan masuknya musim hujan,” jelasnya.
| Pengedar Obat Keras Ilegal di Majalengka Dibekuk, Ratusan Pil Tramadol dan Obat Lainnya Disita |
|
|---|
| Stok Pupuk Aman di Majalengka, Petani Diminta Percepat Tanam Antisipasi Kemarau |
|
|---|
| BMKG Merilis Prakiraan Cuaca Jabar Sepekan ke Depan, Kilat hingga Angin Kencang Mengintai Bandung |
|
|---|
| 71 Ribu Sekolah di Indonesia Masuk Target Revitalisasi Tahun Ini, Majalengka Usulkan 323 Sekolah |
|
|---|
| Kemenkum Jabar Tekankan Pentingnya Kejelasan Norma dalam Raperda Baru di Kabupaten Majalengka |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/ilustrasi-cuaca_20180605_101543.jpg)