Sabtu, 25 April 2026

Pemkab Tasik Minta Dapur MBG Segera Urus Penertiban SLHS Setelah Ada Kasus Keracunan

Pemkab Tasikmalaya meminta dapur untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) segera mengurus penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Penulis: Jaenal Abidin | Editor: Giri
Tribun Priangan/Jaenal Abidin
BERI KETERANGAN - Asda I Bidang pemerintahan dan Kesra Kabupaten Tasikmalaya, Nana Heriyana, memberikan keterangan soal jumlah dapur MBG yang belum memiliki SLHS, ketika ditemui saat menghadiri apel rutin di Lapangan Setda, Kompleks Pemkab Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin (13/10/2025). 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Jaenal Abidin 

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Pemkab Tasikmalaya meminta dapur untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) segera mengurus penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) untuk memaksimalkan kualitas dan kuantitas makanan yang didistribusikan ke satuan pendidikan.

Asisten Daerah I Bidang Pemerintahan dan Kesra Pemkab Tasikmalaya, Nana Heriyana, menyusul beberapa kejadian keracunan di Kecamatan Rajapolah, Cikalong, dan Cipatujah.

Saat ini, informasi yang didapat Tribun, jumlah dapur MBG yang ada di Kabupaten Tasikmalaya sekitar 185. Jumlah itu tersebar di 39 Kecamatan. Sayangnya, semuanya belum memiliki SLHS.

"Kita harapkan dan mengintruksikan soal SLHS harus segera diproses," ucap Nana ketika ditemui setelah apel rutin di Lapangan Setda, Komplek Pemkab Tasikmalaya, Senin (13/10/2025).

Baca juga: Harga Telur Ayam di Majalengka Juga Naik, Kini Jadi Rp32 Ribu per Kg, Permintaan Melonjak karena MBG

Dia menyarankan sebelum dibangunkan dapur, pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) harus mengurus SLHS dulu dan mengikuti seluruh persyaratannya.

Bahkan pihaknya selaku satgas terus melakukan pemantauan dan mengawasi semua dapur MBG.

Soal dapur MBG yang belum punya SLHS, Nana menyebut sebagian dapur sudah memiliki SLHS tapi yang lainnya tengah berproses.

Baca juga: Seluruh Dapur MBG Majalengka Belum Miliki SLHS, Koordinator SPPG Beri Penjelasan

"Ada sebagian, dan yang lainnya sedang dalam proses, itu yang kami terima. Tapi datanya harus dipastikan dulu jumlahnya ke SPPI. Kami hanya mengingatkan saja untuk segera ditempuh terkait SLHS untuk mengantisipasi kejadian tidak terulang," tegas Nana.

Nana juga mengungkapkan, pengelola dapur agar bisa menambah jumlah pegawai untuk memaksimalkan penyediaan porsi menu MBG yang bakal didistribusikan.

"Karena porsi makan di dapur tiga ribu lebih dan ini yang harus menjadi catatan orang dapur harus ditambah, supaya bisa maksimal," kata Nana. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved