Tragedi Raya Sukabumi
Kondisi Rumah Raya yang Meninggal akibat Cacingan di Sukabumi, Tak Layak Huni, Atap dan Lantai Bocor
Kondisi rumah keluarga almarhumah Raya (4) sangat memperhatikan, mereka tinggal di rumah tidak layak huni
Penulis: Dian Herdiansyah | Editor: Seli Andina Miranti
Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Dian Herdiansyah.
TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Kondisi rumah keluarga almarhumah Raya (4) sangat memperhatikan, mereka tinggal di rumah tidak layak huni sebelum dibangun warga.
Raya dan orang tuanya tinggal di Kampung Padangenyang, Desa Cianaga, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi. Rumah tak layak menjadi tempat tinggal mereka satu keluarga.
Udin (34), ayah Raya, saat ini mengalami penyakit TB. Sedangkan ibu Raya, Endah (38), mengalami gangguan kejiwaan.
Kedua anaknya, Risna (7) dan Raya (5), tinggal bersama ibu dan ayahnya yang sama-sama dalam keadaan sakit.
Baca juga: Rumitnya Birokrasi Pemkab Sukabumi dan BPJS Hingga Raya Meninggal Tanpa Jaminan Kesehatan
Kepala Dusun Setempat, Arif Rahman, mengatakan, kondisi rumahnya keluarga Raya sangat memprihatinkan, tidak seperti sekarang ini.
"Dindingnya dari bilik anyaman bambu. Begitu juga lantai rumahnya dari bambu. Atapnya juga dari genteng biasa," ucapnya, Kamis (21/08/2025).
"Kalau hujan suka bocor dan lantainya juga bocor (bolong). Bahkan anaknya jatoh ke bawah," ucapnya.
Kondisi ayahnya yang sakit TBC dan tidak bisa kemana-mana. Begitu juga ibunya mengalami keterbelakangan mental.
Lantai bambu tak jarang di gunakan untuk memasak.
"Dengan keluarganya yang keterbelakangan mental, lantai bambu tersebut dipakai Suluh (kayu bakar) untuk memasak," kata Arif.
Arif menuturkan, hasil inisiasi masyarakat dan kepala Desa, akhirnya bergotong royong melakukan renovasi rumah agar layak ditinggali oleh mereka.
"Dindingnya pakai JRC, atapnya pakai asbes dan lantainya memakai papan," ucapnya.
Disinggung mengenai kebiasaan Raya bermain di kolong rumah panggung yang tak layak. Arif menyebut itu terjadi saat ibunya kambuh penyakitnya.
"(Raya bermain di kolong rumah) Kalau sering enggak, kadang-kadang, karena kan orangtuanya kadang normal kadang enggak. Kalau jadi ya anaknya dibiarkan yang penting anteng (tak rewel)," ungkapnya.
Baca juga: Sosok Asep Japar Bupati Sukabumi Ditegur Dedi Mulyadi soal Kasus Raya, Ogah Disebut Kecolongan
| Buntut Kasus Raya dan Bayi Wafat karena Tak Dapat Ruang Perawatan di Sukabumi, Dinkes Janjikan Ini |
|
|---|
| Dedi Mulyadi Bongkar Dusta Kades Wardi yang Sebut Ibu Bocah Tewas karena Cacingan ODGJ: Kena TBC |
|
|---|
| Rumah Raya Balita di Sukabumi Korban Tewas Cacingan Parah Akan Dibongkar, TNI Bangun jadi Permanen |
|
|---|
| Bupati Sukabumi Ogah Disebut Kecolongan Kasus Raya, Salahkan Pola Asuh: Kita Tidak Diam |
|
|---|
| Waspada Bahaya Cacingan Parah, Belajar dari Kasus Raya di Sukabumi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Kondisi-dalam-rumah-keluarga-almarhumah-Raya-di-Sukabumi.jpg)