Selasa, 14 April 2026

Tragedi Raya Sukabumi

Waspada Bahaya Cacingan Parah, Belajar dari Kasus Raya di Sukabumi

Jika tidak ditangani, dapat berujung pada kondisi serius seperti gizi buruk, anemia, hingga sumbatan usus.

Editor: Ravianto
dian herdiansyah/tribun jabar
BAHAYA CACINGAN - RSUD Syamsudin SH Kota Sukabumi tempat Raya, bocah 4 tahun tewas karena infeksi cacingan yang parah. 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA – Tragedi meninggalnya Raya (4), bocah asal Kabupaten Sukabumi, akibat infeksi cacing gelang yang telah menyebar ke organ vitalnya menjadi catatan penting semua pihak. 

Kisah Raya yang viral di media sosial setelah diunggah oleh yayasan kemanusiaan bukan sekadar tragedi personal.

Bukan hanya menyangkut persoalan medis, kasus ini juga membuka tabir adanya kelemahan sistem kesehatan masyarakat di Indonesia.

Kasus Raya ini adalah kasus meninggalnya seorang balita bernama Raya (4 tahun) di Kampung Padangenyang, Desa Cianaga, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Ia meninggal dunia dengan kondisi tubuh dipenuhi cacing, bahkan hingga ke organ vital seperti otak.

Saat dirawat di ICU RSUD R Syamsudin SH Sukabumi, cacing-cacing itu bahkan sampai keluar lewat mulut dan hidung.

Baca juga: Fakta Mengerikan di Balik Kematian Raya Bocah di Sukabumi dan Penjelasan Penyakit Askariasis

Epidemiolog sekaligus pakar kesehatan masyarakat, Dicky Budiman menegaskan bahwa peristiwa ini bukan sekadar masalah klinis, melainkan juga masalah sosial dan tata kelola layanan dasar.

“Kasus raya di Sukabumi ini adalah cermin persoalan ganda sebetulnya. Klinis nya ya, jadi beban cacingan berat. Dan juga sosial ya, orang tua dengan gangguan jiwa. Dan tata kelola layanan dasar atau gap dalam deteksi kasus. Dan juga rujukan yang menjadi isu dan masalah,” ujar Dicky pada Tribunnews, Rabu (20/8/2025). 

Kasus cacingan parah yang dialami Raya di Sukabumi, menurut epidemiolog Dicky Budiman, mencerminkan dua persoalan utama: masalah klinis cacingan berat dan kelemahan sistem kesehatan.

Cacingan ini diduga disebabkan oleh infeksi cacing dari tanah akibat sanitasi buruk.

Jika tidak ditangani, dapat berujung pada kondisi serius seperti gizi buruk, anemia, hingga sumbatan usus.

Dicky Budiman menyoroti bahwa program pemberantasan cacingan sering kali tidak menjangkau anak-anak yang tidak bersekolah atau berasal dari keluarga rentan (misalnya orang tua dengan gangguan jiwa atau hidup dalam kemiskinan ekstrem).

Untuk mencegah kasus serupa, Dicky mengusulkan tiga langkah solusi:

Respon cepat 72 jam: Melakukan penelusuran kasus dan memberikan pengobatan segera.

Penataan layanan dalam 1 bulan: Memastikan adanya sistem deteksi bagi keluarga berisiko tinggi.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved