Tragedi Raya Sukabumi
Waspada Bahaya Cacingan Parah, Belajar dari Kasus Raya di Sukabumi
Jika tidak ditangani, dapat berujung pada kondisi serius seperti gizi buruk, anemia, hingga sumbatan usus.
TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA – Tragedi meninggalnya Raya (4), bocah asal Kabupaten Sukabumi, akibat infeksi cacing gelang yang telah menyebar ke organ vitalnya menjadi catatan penting semua pihak.
Kisah Raya yang viral di media sosial setelah diunggah oleh yayasan kemanusiaan bukan sekadar tragedi personal.
Bukan hanya menyangkut persoalan medis, kasus ini juga membuka tabir adanya kelemahan sistem kesehatan masyarakat di Indonesia.
Kasus Raya ini adalah kasus meninggalnya seorang balita bernama Raya (4 tahun) di Kampung Padangenyang, Desa Cianaga, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Ia meninggal dunia dengan kondisi tubuh dipenuhi cacing, bahkan hingga ke organ vital seperti otak.
Saat dirawat di ICU RSUD R Syamsudin SH Sukabumi, cacing-cacing itu bahkan sampai keluar lewat mulut dan hidung.
Baca juga: Fakta Mengerikan di Balik Kematian Raya Bocah di Sukabumi dan Penjelasan Penyakit Askariasis
Epidemiolog sekaligus pakar kesehatan masyarakat, Dicky Budiman menegaskan bahwa peristiwa ini bukan sekadar masalah klinis, melainkan juga masalah sosial dan tata kelola layanan dasar.
“Kasus raya di Sukabumi ini adalah cermin persoalan ganda sebetulnya. Klinis nya ya, jadi beban cacingan berat. Dan juga sosial ya, orang tua dengan gangguan jiwa. Dan tata kelola layanan dasar atau gap dalam deteksi kasus. Dan juga rujukan yang menjadi isu dan masalah,” ujar Dicky pada Tribunnews, Rabu (20/8/2025).
Kasus cacingan parah yang dialami Raya di Sukabumi, menurut epidemiolog Dicky Budiman, mencerminkan dua persoalan utama: masalah klinis cacingan berat dan kelemahan sistem kesehatan.
Cacingan ini diduga disebabkan oleh infeksi cacing dari tanah akibat sanitasi buruk.
Jika tidak ditangani, dapat berujung pada kondisi serius seperti gizi buruk, anemia, hingga sumbatan usus.
Dicky Budiman menyoroti bahwa program pemberantasan cacingan sering kali tidak menjangkau anak-anak yang tidak bersekolah atau berasal dari keluarga rentan (misalnya orang tua dengan gangguan jiwa atau hidup dalam kemiskinan ekstrem).
Untuk mencegah kasus serupa, Dicky mengusulkan tiga langkah solusi:
Respon cepat 72 jam: Melakukan penelusuran kasus dan memberikan pengobatan segera.
Penataan layanan dalam 1 bulan: Memastikan adanya sistem deteksi bagi keluarga berisiko tinggi.
| Buntut Kasus Raya dan Bayi Wafat karena Tak Dapat Ruang Perawatan di Sukabumi, Dinkes Janjikan Ini |
|
|---|
| Dedi Mulyadi Bongkar Dusta Kades Wardi yang Sebut Ibu Bocah Tewas karena Cacingan ODGJ: Kena TBC |
|
|---|
| Rumah Raya Balita di Sukabumi Korban Tewas Cacingan Parah Akan Dibongkar, TNI Bangun jadi Permanen |
|
|---|
| Kondisi Rumah Raya yang Meninggal akibat Cacingan di Sukabumi, Tak Layak Huni, Atap dan Lantai Bocor |
|
|---|
| Bupati Sukabumi Ogah Disebut Kecolongan Kasus Raya, Salahkan Pola Asuh: Kita Tidak Diam |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/RSUD-Syamsudin-SH-Kota-Sukabumi.jpg)