SPMB 2026
Pendaftaran PCMB SPMB Jabar 2026 Diperpanjang hingga 11 Juni, Dedi Mulyadi Beri Pesan
Pendaftaran Pendataan Calon Murid Baru (PCMB) pada SPMB Jabar 2026 kembali diperpanjang hingga Kamis (11/6/2026).
Penulis: Rheina Sukmawati | Editor: Rheina Sukmawati
Ringkasan Berita:
- Pendaftaran Diperpanjang: Pendaftaran PCMB SPMB Jabar 2026 diperpanjang untuk kedua kalinya hingga Kamis, 11 Juni 2026 pukul 23.59 WIB.
- Jadwal Penting: Verifikasi data calon murid dilakukan hingga 12 Juni 2026, lalu pengumuman hasil kelulusan PCMB dirilis pada 13 Juni 2026.
- Imbauan Gubernur: Gubernur Jabar Dedi Mulyadi mengimbau orang tua agar memanfaatkan perpanjangan ini untuk segera mendaftarkan anaknya.
TRIBUNJABAR.ID - Pendaftaran Pendataan Calon Murid Baru (PCMB) pada Sistem Penerimaan Murid Baru Jawa Barat (SPMB Jabar) 2026 kembali diperpanjang hingga Kamis (11/6/2026).
Perpanjangan waktu pendaftaran PCMB ini adalah yang kedua kali. Sebelumnya, Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar telah melakukan perpanjangan dari 8 menjadi 9 Juni 2026.
Dilansir dari Instagram resmi Disdik Jabar, perpanjangan waktu ini akan berlangsung hingga 11 Juni 2026 pukul 23.59 WIB.
Sementara, verifikasi data akan berlangsung hingga 12 Juni 2026. Kemudian, pengumuman hasil PCMB akan dilakukan pada 13 Juni 2026.
Disdik Jabar menyebutkan, perpanjangan waktu PCMB ini bertujuan memberikan kesempatan yang lebih luas bagi putra-putri Jawa Barat untuk melanjutkan pendidikan ke SMA dan SMK Negeri.
Terpisah, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berharap calon murid yang belum mendaftar bisa memanfatkan waktu untuk segera melakukan pendataan.
"Semoga waktu ini menjadi kesempatan yang terbuka untuk segera mendaftarkan anak-anaknya melalui jalur yang telah ditetapkan masing-masing," kata Dedi Mulyadi, dikutip dari TikTok pribadinya, Rabu (10/6/2026).
Tanggapan Dedi Mulyadi soal Kisruh SPMB Jabar 2026
Pelaksanaan SPMB Jabar 2026 mengalami polemik di kalangan orang tua/wali maupun calon murid.
Baca juga: Kuota Sekolah Negeri Terbatas, Minat Pendaftar SPMB di Padalarang Tetap Tinggi
Berbagai permasalahan di antaranya seperti perubahan skor di tengah seleksi Sekolah Maung, perpanjangan PCMB yang dirasa tidak adil bagi pendaftar sekolah reguler, dan lainnya.
Dedi Mulyadi juga sempat mendatangi kantor Disdik Jabar di Kota Bandung pada Selasa (9/8/2026) untuk menemui orang tua murid.
Dedi menjelaskan, PCMB berfungsi sebagai instrumen pemetaan awal, agar pemerintah daerah dapat mengetahui sebaran dan kesiapan calon peserta didik di seluruh wilayah Jawa Barat.
Menurutnya, proses tersebut menjadi bagian penting sebelum SPMB dibuka secara resmi.
“Pemetaan calon murid baru (PCMB) itu tujuannya untuk memetakan seluruh siswa di seluruh sekolah provinsi Jawa Barat di sekolah-sekolah negeri,” ujar Dedi, Selasa (9/6/2026).
SPMB sendiri baru akan dibuka pada 15 Juni 2026. Setelah itu, calon siswa yang telah memenuhi syarat akan langsung masuk ke tahap penempatan sesuai hasil seleksi.
“Karena SPMB-nya kan tanggal 15 Juni 2026, sehingga pemetaan itu nanti bagi mereka siswa yang sudah memenuhi syarat, kemudian memang sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Kemdikdasmen, maka mereka sudah otomatis menjadi siswa,” katanya.
Dedi menyebut, mekanisme PCMB justru dirancang untuk mengurangi potensi masalah yang kerap muncul, pada sistem penerimaan siswa baru konvensional, seperti keterbatasan waktu pendaftaran dan risiko siswa tidak tertampung di sekolah negeri.
Dedi menilai dengan adanya pemetaan lebih awal, pemerintah dapat mengantisipasi kesulitan orang tua dalam mencari sekolah bagi anaknya.
“Jadi bagi saya, kegiatan pemetaan ini relatif berhasil. Kami bisa memitigasi berbagai problem dibandingkan kami bikin SPMB, ditutup, orang tua siswa anaknya tidak diterima, waktunya terbatas,” katanya.
Terkait keluhan adanya penurunan atau perubahan nilai dalam sistem, Dedi menjelaskan bahwa hal tersebut berkaitan dengan perbedaan ketentuan penilaian antara tingkat nasional dan daerah yang mengacu pada aturan Kemendikdasmen.
Menurutnya, persepsi masyarakat kerap berbeda dalam memahami sistem penilaian prestasi yang telah diatur secara berjenjang.
“Misalnya kejuaraan di provinsi itu skornya di bawah kejuaraan nasional. Kayak tadi kan, ‘Saya juara di luar negeri’, tapi itu tidak diakui sebagai kejuaraan yang terdaftar di Kemdikdasmen,” katanya.
Dedi juga menanggapi anggapan sebagian orang tua yang menilai PCMB sebagai bentuk pendaftaran terselubung.
Dedi menegaskan, pemetaan tidak bersifat final, melainkan hanya basis data awal untuk penempatan calon siswa.
“Sebenarnya pemetaan itu bukan pendaftaran, tetapi ketika orang sudah terpetakan dengan baik, kemudian dalam sisi kualifikasi sudah memenuhi syarat, ya sudah jalan,” katanya.
Baca juga: Tak Ada Aduan Resmi SPMB 2026, Ombudsman Jabar Cermati Polemik Jadwal Pendaftaran Sekolah Maung
Menurutnya, dari sekitar 340.000 calon murid baru, hanya sebagian kecil yang mengalami kendala dalam proses pemetaan awal dan itu masih bisa diperbaiki sebelum tahap SPMB resmi dimulai.
Calon siswa yang belum terakomodasi, tetap dapat disesuaikan kembali dengan sekolah yang memenuhi syarat, termasuk melalui mekanisme manual apabila diperlukan.
Menanggapi kritik bahwa sistem dibuat terlalu rumit, Dedi membantah hal tersebut dan menyebut persoalan yang muncul lebih banyak bersifat teknis pada aplikasi.
“Kalau saya melihat problemnya tadi sederhana. Ini kan dari 340.000 ada beberapa problem yang disebabkan oleh teknis aplikasi,” katanya.
Dedi menambahkan, proses pemetaan saat ini masih memberi ruang perbaikan sebelum SPMB resmi dibuka pada 15 Juni 2026. Dedi meminta masyarakat tidak panik dan tetap mengikuti proses yang berjalan.
“Tidak usah panik. Lebih baik kita hadapi kesulitan sekarang. Masih ada waktu untuk membenahi,” katanya.
(Tribunjabar.id/Rheina, Nazmi Abdurrahman)
Baca artikel menarik Tribunjabar.id lainnya di Google News.
| Kuota Sekolah Negeri Terbatas, Minat Pendaftar SPMB di Padalarang Tetap Tinggi |
|
|---|
| Perjuangan 85 Kilometer Tak Sia-sia, Zidni Dari Indramayu Tembus Sekolah Maung Impiannya Di Cirebon |
|
|---|
| Dedi Mulyadi Jelaskan Fungsi PCMB: Bagian Penting Sebelum Pelaksanaan SPMB |
|
|---|
| Banyak temuan dan Laporan di SPMB 2026, Komisi V DPRD Bakal Panggil Disdik Jabar |
|
|---|
| Gubernur Dedi Mulyadi Ungkap Biang Kerok Sengkarut SPMB 2026, Disdik Jabar Disemprot |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Gubernur-Jawa-Barat-Dedi-Mulyadi-saat-mendengar-keluhan.jpg)