Selasa, 7 April 2026

Dedi Mulyadi Sentil Warga yang Sering Minta Bantuan, Beri Pesan Menohok

Saat menemui korban bencana banjir di Sukahurip, Ciamis, Dedi Mulyadi berikan pesan menohok dan menyentil warga yang sering minta bantuan.

Penulis: Hilda Rubiah | Editor: Hilda Rubiah
tribunjabar.id / Nazmi Abdurrahman
PESAN DEDI MULYADI: Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi saat diwawancarai di Pusdai, Kota Bandung, Kamis (7/8/2025). - Saat menemui korban bencana banjir di Sukahurip, Ciamis, Dedi Mulyadi berikan pesan menohok dan menyentil warga yang sering minta bantuan. 

Ringkasan Berita:
  • Sentilan Mentalitas: Di tengah dialog emosional dengan warga Sukahurip, Ciamis, Dedi Mulyadi menyentil warga yang terlalu gigih meminta bantuan.
  • Prinsip: Menanggapi warga yang menangis meminta bantuan, Dedi memberikan pesan menohok bahwa dirinya lebih suka membantu orang yang diam dalam kesulitan daripada yang terus meminta.
  • Tantangan Mengubah Perilaku Masyarakat: Dedi Mulyadi mengungkapkan membangun infrastruktur fisik jauh lebih mudah daripada mengubah pola perilaku masyarakat Jawa Barat.

TRIBUNJABAR.ID - Ada momen menarik saat Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menemui korban bencana banjir di Sukahurip, Ciamis.

Saat dialog dengan warga, Dedi Mulyadi memberikan pesan menohok dan menyentil warga yang sering minta bantuan.

Dalam momen tersebut, sebelumnya terjadi dialog emosional antara warga yang merasa layak menerima bantuan.

Lantas, Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa bantuan diberikan kepada warga yang benar-benar membutuhkan.

“Kan kita memberikan bantuan itu kepada warga yang betul-betul membutuhkan,” ujar Dedi Mulyadi, dikutip dari tayangan Youtube-nya, Kamis (26/2/2026).

Baca juga: Kisah Nenek Resih di Bekasi Besarkan Anak-Cucu Yatim, Sujud Syukur Dapat Bantuan dari Dedi Mulyadi

Dedi menjelaskan penerima bantuan itu harus yang masuk kategori miskin dan kehilangan mata pencaharian atau akses pendidikan akibat banjir.

Gubernur Jawa Barat itu menegaskan soal kriteria penerima bantuan dan pentingnya skala prioritas bagi warga paling tidak mampu.

“Kalau yang masih mapan, masih mampu, jangan lah mengkondisikan diri menjadi miskin ya,” imbuhnya.

Dari data penerima bantuan, terungkap bahwa terdapat 250 KK yang diajukan oleh Bupati Ciamis, awalnya hanya 170 KK yang memenuhi syarat verifikasi.

Namun, untuk menghindari perselisihan, Dedi Mulyadi mengambil kebijakan untuk memenuhi seluruh 250 KK tersebut, termasuk sisa 80 KK yang akan diproses dalam waktu dekat.

Meski sudah menjelaskan secara data, tampak warga khususnya ibu-ibu terus berbicara dan mengeluh tak kebagian bantuan tersebut.

Untuk meredam, Dedi Mulyadi menyentil warga yang sering ngotot soal penerimaan bantuan.

“Kalau giliran bantuan semua orang kan ngotot, tapi giliran kerja bakti semua orang mundur,” ujar Dedi Mulyadi menyindir.

Tak sampai di sana, di tengah kerumunan itu warga seolah tak henti mengadu hingga ada warga yang menangis-nangis meminta bantuan Dedi Mulyadi.

Warga tersebut meminta bantuan biaya sekolah anaknya, dan menyebut Dedi Mulyadi orang yang selalu bantu.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved