Selasa, 12 Mei 2026

Ramadhan 2026

Arti Papajar Tradisi Masyarakat Sunda Sambut Ramadhan 2026, Beda dengan Munggahan

Selain munggahan, di Jawa Barat tradisi menyambut bulan Ramadhan juga dikenal dengan sebutan papajar. Berikut arti istilah papajar dan perbedaannya.

Tayang:
Penulis: Hilda Rubiah | Editor: Hilda Rubiah
Fauzi Noviandi / tribunjabar
SAMBUT BULAN RAMADHAN: Sejumlah warga saat makan bersama di Alun-alun Kabupaten Cianjur, Minggu (19/3/2023). Ini merupakan tradisi papajar yang biasa dilakukan masyarakat jelang bulan puasa. - Selain munggahan, di Jawa Barat tradisi menyambut bulan Ramadhan juga dikenal dengan sebutan papajar. Berikut arti istilah papajar dan perbedaannya. 

Ringkasan Berita:
  • Persamaan dan Perbedaan Istilah: Secara substansi, baik Munggahan maupun Papajar adalah tradisi menyambut Ramadhan bagi masyarakat di Jawa Barat.
  • Waktu dan Nuansa Kegiatan: Papajar biasanya bernuansa rekreasi atau wisata ke pantai dan taman terbuka yang dilakukan 1-2 minggu sebelum puasa. 
  • Filosofi dan Rangkaian Ritual: Tradisi papajar dan munggahan sama bertujuan sebagai bentuk suka cita menyambut bulan Ramadhan dan juga mencakup aspek kebersihan lahir dan batin. 

TRIBUNJABAR.ID - Masyarakat Jawa Barat memiliki tradisi menyambut bulan Ramadhan.

Ada yang masyarakat yang menyebutnya dengan istilah munggahan, ada juga yang menyebut istilah papajar.

Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1447 H / 2026 M, masyarakat Jawa Barat mulai bersiap menyambut tradisi munggahan atau papajar ini.

Bagi masyarakat Sunda, kedua tradisi ini bukan sekadar ajang kumpul keluarga, tapi juga memiliki filosofi mendalam menyambut bulan Ramadhan.

Lalu, apa arti papajar tersebut ?

Baca juga: Mengenal Munggahan Tradisi Sunda di Jawa Barat Sambut Bulan Ramadhan

Arti Papajar

Secara substansi, papajar adalah tradisi masyarakat Sunda untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadhan dengan cara berkumpul dan makan bersama, sama seperti munggahan.

Namun, papajar memiliki perbedaan baik secara istilah wilayah maupun nuansa kegiatannya.

Arti kata papajar berasal dari mapag fajar (menyambut fajar/matahari pagi), yang melambangkan datangnya cahaya Ramadhan.

Dikutip dari Disbudpar Cianjur, asal usul papajar ini berasal dari tradisi yang sudah ada sejak abad ke-16.

Awalnya berupa kegiatan berkumpul di masjid untuk menunggu pengumuman awal puasa.

Istilah papajar ini sangat identik dan khas digunakan oleh masyarakat Sunda di wilayah Cianjur, Sukabumi, dan sebagian Bogor.

Perbedaan dengan Munggahan

Nuansa kegiatan munggahan, berbeda dengan papajar yang lebih arah wisata atau rekreasi. 

Aktivitas utama papajar biasanya dilakukan dengan pergi ke tempat wisata, pantai, atau taman terbuka jauh-jauh hari sebelum puasa.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved