Rabu, 13 Mei 2026

Ramadhan 2026

Mengenal Munggahan Tradisi Sunda di Jawa Barat Sambut Bulan Ramadhan

Berikut inilah penjelasan tentang arti munggahan dalam tradisi Sunda di Jawa Barat menyambut bulan suci Ramadhan, lengkap dengan hukumnya dalam Islam.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Hilda Rubiah | Editor: Hilda Rubiah
TRIBUNCIREBON.COM/HANDHIKA RAHMAN
MUNGGAHAN: Lansia saat mengikuti kegiatan munggahan di Taman Lansia Binaan Rumah Zakat di Desa Tegalurung, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu, Kamis (16/3/2023). - Munggahan dalam tradisi Sunda di Jawa Barat menyambut bulan suci Ramadhan, berikut penjelasan selengkapnya. 

Ringkasan Berita:
  • Makna Munggahan: Secara harfiah, "Munggahan" berasal dari bahasa Sunda yang berarti naik, melambangkan kenaikan derajat spiritual umat Muslim menuju bulan suci Ramadhan
  • Rangkaian Kegiatan: Munggahan di Jawa Barat diisi dengan berbagai kegiatan, seperti Botram, silaturahmi untuk saling memaafkan, ziarah kubur, hingga mandi keramas.
  • Hukum dalam Islam: Menurut penjelasan Buya Yahya dan kaidah fikih, Munggahan hukumnya diperbolehkan karena termasuk dalam kategori adat atau budaya, bukan bid'ah.

TRIBUNJABAR.ID -  Bagi sebagian besar masyarakat Jawa Barat, menyambut bulan suci Ramadhan merupakan momen istimewa.

Seperti menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1447 H / 2026 M, masyarakat Jawa Barat mulai bersiap menyambut tradisi Munggahan. 

Lebih dari sekadar ajang kumpul keluarga, tradisi turun-temurun suku Sunda, munggahan membawa filosofi mendalam menyambut bulan yang penuh kemuliaan.

Kini, menjelang bulan Ramadhan 2026 tiba tidak ada salahnya kita mengenal apa arti munggahan tersebut? Bagaimana hukum munggahan dalam Islam?

Baca juga: Contoh Teks MC Munggahan Keluarga Sambut Ramadhan 2026, Lengkap Mukadimah Bahasa Arab

Arti Munggahan

Secara harfiah arti munggahan adalah tradisi menyambut bulan puasa Ramadhan yang dikenal masyarakat suku Sunda atau Jawa Barat.

Dilansir dari laman Dinas Kebudayaan dan Pariwisiata Kota Bandung, kata munggahan sendiri berasal dari Bahasa Sunda yang artinya naik.
 
Demikian makna munggahan artinya naik ke bulan suci yang derajatnya lebih tinggi.

Makna bagi masyarakat muslim Sunda, tradisi munggahan tersebut dilakukan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT.

Mereka juga memaknai munggahan bertujuan agar terhindar dari perbuatan tidak baik selama menjalani ibadah puasa nantinya.

Rangkaian Kegiatan Munggahan

Biasanya ritual atau kegiatan munggahan di seluruh wilayah Jawa Barat dilakukan berbeda-beda.

Ada yang dilakukan dengan cara doa bersama, ziarah ke makam keluarga atau tokoh agama hingga berkumpul dengan keluarga dan kerabat.

Saat berkumpul saat munggahan ada juga saling bermaafan, saling mendoakan hingga menyantap makanan bersama.

Ilustrasi munggahan - Fakta tentang Munggahan, Tradisi Menyambut Bulan Puasa Ramadhan Masyarakat Sunda, Berikut Sejarahnya
Ilustrasi munggahan - Fakta tentang Munggahan, Tradisi Menyambut Bulan Puasa Ramadhan Masyarakat Sunda, Berikut Sejarahnya (SHUTTERSTOCK/ODUA IMAGES)

Berikut 5 kegiatan munggahan di Jawa Barat

1. Botram (Makan Bersama)

Botram adalah inti dari munggahan bahwa keluarga besar, tetangga, atau rekan kerja berkumpul untuk makan bersama.

Biasanya menu yang disajikan adalah nasi liwet, sambal dadak, lalapan, ikan asin, atau ayam goreng.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved