Pegawai SPPG di Jawa Barat Terbanyak, Siap-siap Bakal Diangkat Jadi PPPK
Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat pegawai satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di Jawa Barat menjadi terbanyak, pegawai inti diangkat jadi PPPK.
Penulis: Hilda Rubiah | Editor: Hilda Rubiah
Ringkasan Berita:
- Peringkat Pertama Nasional: Jawa Barat tercatat sebagai provinsi dengan jumlah SPPG aktif terbanyak di Indonesia.
- Pegawai Inti: Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengonfirmasi bahwa mulai 1 Februari, pegawai inti SPPG akan diangkat menjadi ASN PPPK.
- Mekanisme Seleksi: Pengangkatan tidak terjadi secara otomatis; para pegawai inti tetap harus melalui proses seleksi resmi, termasuk tes Computer Assisted Test (CAT) dan verifikasi berkas.
TRIBUNJABAR.ID - Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat pegawai satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di Jawa Barat menjadi yang terbanyak.
Saat ini tercatat, SPPG aktif untuk program MBG di Jawa Barat sebanyak 4.144 unit untuk dari target 5.000 SPPG atau mencapai 82 persen.
Jumlah SPPG di Jawa Barat tersebut menjadi yang tertinggi secara nasional.
Dikutip dari laman resmi Pemprov Jabar, dengan perhitungan 47 pekerja per SPPG di Jawa Barat diproyeksikan dapat menyerap sekitar 235 ribu tenaga kerja saat target 5.000 SPPG tercapai.
Banyaknya pegawai SPPG di Jawa Barat ini membuat peluang banyaknya yang bisa diangkat menjadi ASN berstatus PPPK.
Baca juga: Masih Ada Dapur SPPG yang Sajikan MBG di Bawah Rp 10 Ribu, Dedi Mulyadi: Tutup Saja
Penjelasan BGN: Pegawai SPPG Jadi PPPK
Belakangan ini, kabar pegawai SPPG akan diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) menjadi sorotan.
Tak sedikit publik mengkritisi dan membandingkan pengangkatan PPPK pegawai SPPG itu dengan para guru honorer.
Menanggapi hal itu, Kepala Badan Gizi Nasional BGN), Dadan Hindayana membenarkan pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur umum program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) status PPPK.
Namun, ia menegaskan bahwa pegawai SPPG yang diangkat hanya pegawai inti SPPG, seperti kepala SPPG, ahli gizi, dan akuntan.
"Hampir seluruh kepala SPPG, ahli gizi, dan akuntan yang sudah lama beroperasi nanti akan jadi ASN PPPK per tanggal 1 Februari," ujar Kepala BGN Dadan Hindayana, dikutip dari Kompas.com.
Untuk pegawai inti SPPG yang baru bergabung akan menunggu gilirannya.
Sementara untuk posisi di luar tiga pegawai inti tersebut, seperti relawan, tidak termasuk dalam skema pengangkatan PPPK.
Hal ini karena relawan atau pegawai SPPG tidak diangkat karena komponennya dari mitra SPPG.
Mekanisme Pengangkatan Pegawai SPPG Menjadi ASN PPPK
Lebih lanjut, Kepala BGN Dadan Hindayana menjelaskan mekanisme pengangkatan pegawai SPPG menjadi PPPK tersebut.
Ia mengatakan pengangkatan pegawai inti SPPG melalui seleksi seperti standar pengangkatan PPPK di institusi lain yang harus dinyatakan lulus tes Computer Assisted Test (CAT).
| Nasib 'Mengambang' Guru Honorer di Ujung Tahun 2026, Tunggu Kejelasan dari Pemerintah Pusat |
|
|---|
| KDM Dukung Pagelaran Seni Sunda di Batusari Subang |
|
|---|
| Dedi Mulyadi Pastikan Jalan Diponegoro Kota Bandung Tak Ditutup pada 30 April 2026 |
|
|---|
| Penyaluran Minyakita di Jabar Terus Menurun sejak Awal 2026, pada April hanya 943 Ton |
|
|---|
| Jasa Guru Honorer Terancam 'Diputus' Tahun Depan, Pengamat Ingatkan Risiko Kurang Tenaga Pengajar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/sppg-mbg-bgn-0512.jpg)