Kamis, 11 Juni 2026

Donald Trump Sebut Iran Berhasil Dilumpuhkan, Ekonomi Jabar Masih Tetap Terancam

Konflik Timur Tengah yang terjadi akibat perang Amerika Serikat dan Israel lawan Iran semakin meluas.

Tayang:
Istimewa/@globepioneers
KONFLIK TIMUR TENGAH - Foto ilustrasi perang Ameriksa Serikat dan Israel vs Iran di Timur Tengah. Presiden AS, Donald Trump, mengklaim telah memenangi perang lawan Iran. 

Ringkasan Berita:
  • Presiden AS, Donald Trump, mengklaim telah memenangi perang lawan Iran 
  • Trump menyebut, AS akan tetap berjuang untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut.
  • Trump mengklaim AS telah melumpuhkan 58 kapal angkatan laut Iran.
  • Menurut Trump, AS telah "hampir menghancurkan Iran"  dan ia tampaknya memberi sinyal bahwa AS akan melanjutkan pertempuran untuk saat ini.
  • Pengamat ekonomi Acuviarta Kartabi sebut ekonomi Jabar turut terancam

TRIBUNJABAR.ID - Konflik Timur Tengah yang terjadi akibat perang Amerika Serikat dan Israel lawan Iran semakin meluas.

Hingga kini saling serang masih terjadi dari kedua pihak, bahkan eskalasinya kian meingkat.

Di tengah situasi yang kian panas, Presiden AS, Donald Trump, mengklaim telah memenangi perang lawan Iran. Trump menyebut, AS akan tetap berjuang untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut.

"Anda tidak pernah suka mengatakan 'terlalu cepat' Anda menang. Kita menang,"

"Dalam satu jam pertama, semuanya sudah berakhir,"  kata Trump dalam rapat umum bergaya kampanye di Hebron, Kentucky.

Trump mengklaim AS telah melumpuhkan 58 kapal angkatan laut Iran.

Trump telah berubah-ubah pendiriannya mengenai Iran, memuji militer AS karena secara signifikan melemahkan militer Iran, tetapi menolak untuk mengakhiri konflik dengan cepat.

"Kita tidak ingin pergi lebih awal, bukan? Kita harus menyelesaikan pekerjaan ini," ujarnya.

Baca juga: Imbas Konflik Geopolitik, Produksi Tas Lokal Hirakiya Tasikmalaya Terhambat Pengiriman Bahan Baku

Menurut Trump, AS telah "hampir menghancurkan Iran"  dan ia tampaknya memberi sinyal bahwa AS akan melanjutkan pertempuran untuk saat ini.

"Kita tidak ingin kembali setiap dua tahun," katanya.

Dilansir dari Kontan, para pejabat dari pemerintahan Presiden Donald Trump memperkirakan selama pengarahan kongres minggu ini bahwa enam hari pertama perang melawan Iran telah menelan biaya setidaknya US$ 11,3 miliar bagi Amerika Serikat, kata sebuah sumber yang mengetahui masalah tersebut pada hari Rabu.

Angka tersebut, yang diperoleh dari pengarahan tertutup untuk para senator pada hari Selasa (10/3/2026), tidak mencakup seluruh biaya perang, tetapi diberikan kepada para anggota parlemen karena mereka telah menuntut lebih banyak informasi tentang konflik tersebut.

Beberapa ajudan kongres mengatakan mereka memperkirakan Gedung Putih akan segera mengajukan permintaan kepada Kongres untuk pendanaan tambahan bagi perang tersebut. Beberapa pejabat mengatakan permintaan tersebut bisa mencapai US$ 50 miliar, sementara yang lain mengatakan perkiraan tersebut tampaknya terlalu rendah.

Pemerintahan belum memberikan penilaian publik tentang biaya konflik atau gambaran yang jelas tentang perkiraan durasinya. Trump mengatakan selama kunjungannya ke Kentucky pada hari Rabu bahwa "kita menang" dalam perang tersebut tetapi Amerika Serikat akan tetap berjuang untuk menyelesaikan tugas tersebut.

Baca juga: Puting Beliung di Cirebon Rusak 106 Bangunan dan Rusak Sekolah, Video Warga Azan Viral

Angka US$ 11,3 miliar pertama kali dilaporkan pada hari Rabu oleh New York Times.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved