Kamis, 11 Juni 2026

Sosok Pria Garut yang Hina Tuhan di TikTok, Dikenal Sebagai Satpam Perkebunan dan Tempramen

Sosok HS, pria asal Garut yang menistakan agama, dikenal sebagai satpam di perkebunan PTPN di wilayah Pamulihan.

Tayang:
Istimewa/Tiktok @hkobar.beke
PENISTAAN AGAMA - HS (46) seorang pria asal Desa Pakenjeng, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Garut, Jawa Barat, dilaporkan ke polisi usai unggah video diduga melakukan penistaan dengan menghina Tuhan di Tiktok. Sosok HS dikenal sebagai satpam di perkebunan PTPN di wilayah Pamulihan. 

Ringkasan Berita:
  • Pria Garut berinisial HS (46) diduga melakukan penistaan agama dengan menghina tuhan
  • HS resmi dilaporkan ke Polres Garut oleh masyarakat Pamulihan atas tindak pidana penistaan terhadap agama.
  • Sosok HS ini diketahui merupakan satpam di perkebunan PTPN di wilayah Pamulihan
  • HS sebelumnya kerap mengunggah video dengan berbagai narasi bernada kemarahan.

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Garut, Sidqi Al Ghifari

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Pria Garut berinisial HS (46) kini harus berurusan dengan pihak kepolisian lantaran unggahannya di media sosial yang diduga menistakan agama.

Ia merupakan warga Desa Pakenjeng, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Unggahannya di akun Tiktok @hkobar.beke yang menghina Tuhan memantik kegeraman warganet, hingga berujung laporan ke pihak berwajib.

HS resmi dilaporkan ke Polres Garut oleh masyarakat Pamulihan atas tindak pidana penistaan terhadap agama.

Sosok HS ini juga diungkap oleh salahsatu tetangganya, AA (30). Menurut AA, HS diketahui merupakan satpam di perkebunan PTPN di wilayah Pamulihan.

"Iya satpam penjaga perkebunan, orangnya memang tempramen jika ada masalah dengan orang lain," ujar AA kepada Tribunjabar.id, Minggu (15/2/2026).

Baca juga: Pria Asal Pakenjeng Garut Dipolisikan Setelah Viral Diduga Menistakan Agama di Medsos

AA tak menyangka HS akan seberani itu dengan mengunggah video yang diduga menghina Tuhan di media sosial.

HS juga sebelumnya kerap mengunggah video dengan berbagai narasi bernada kemarahan.

"Macam-macam dari mulai gubernur hingga siapapun dia marahi itu di Tiktoknya," ungkapnya.

Mediasi dengan Forkompimcam 

Soal dugaan penistaan agama, HS pernah melakukan mediasi dengan sejumlah toko masyarakat dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkompimcam) Pamulihan.

Namun karena hasilnya buntu, warga lebih memilih melaporkan peristiwa tersebut ke polisi.

Salahsatu perwakilan masyarakat Pamulihan, Ede Sukmana mengatakan bahwa dalam mediasi itu, HS menyebut bahwa dirinya sedang berdebat dengan seseorang di media sosial.

"Alasan mengunggah video yang mengandung penistaan terhadap agama itu katanya dia mengaku sedang debat sama orang lain," ujarnya.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved