Sabtu, 16 Mei 2026

Siaga Dampak Bibit Siklon Tropis 93S, Nelayan di Garut Terpaksa Libur Melaut

BMKG mencatat Bibit Siklon Tropis 93S yang diprediksi atau memiliki peluang tinggi untuk menjadi Siklon Tropis.

Tayang:
Istimewa
SETOP MELAUT - Foto ilustrasi nelayan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Jawa Barat tengah bersiaga mengahadapi hujan lebat dan angin kencang akibat dampak tidak langsung dari Bibit Siklon Tropis 93S. Hal ini membuat nelayan di Garut setop melaut. 

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Jawa Barat tengah bersiaga mengahadapi hujan lebat dan angin kencang akibat dampak tidak langsung dari Bibit Siklon Tropis 93S.

Sebelumnya BMKG mencatat Bibit Siklon Tropis 93S ini diprediksi atau memiliki peluang tinggi untuk menjadi Siklon Tropis. 

Bibit Siklon Tropis 93S adalah fase yang terbentuk di Samudra Hindia selatan Jawa dan bergerak ke arah barat daya, memberikan dampak tidak langsung berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Yogyakarta.

Kepala Pelaksana BPBD Garut, Aah Saepul Anwar, mengatakan Pemkab Garut sendiri sudah mengeluarkan surat keputusan bupati terkait status siaga darurat bencana.

"Kami telah mengerahkan seluruh potensi sumberdaya untuk menghadapi cuaca ekstrem, bencana longsor, banjir dan pergerakan tanah," ujar Aah Saepul Anwar, kepada Tribunjabar.id, Minggu (20/12/2025).

Baca juga: Antisipasi Cuaca Ekstrem di Libur Nataru 2026, Pelaku Wisata Sudah Lakukan Antisipasi

Keputusan tersebut telah diteken Bupati Garut pada 6 Oktober 2025 dan berlaku hingga 30 April 2026.

"Mitigasi ini melibatkan seluruh unsur mulai dari TNI-Polri, pemerintahan tingkat desa, Pemkab hingga relawan agar penanganan ketika terjadi bencana bisa cepat dan terpadu," ungkapnya.

Sementara itu, Koordinator Forum Relawan Kebencanaan Garut Selatan, Ipi Mupliana, mengatakan bahwa saat ini sejumlah relawan juga tengah bersiap siaga memantau kondisi cuaca di wilayah selatan Garut.

Per hari ini diketahui gelombang besar tengah menerjang pantai selatan Garut yang mengakibatkan nelayan tidak bisa beraktifitas di lautan lepas.

Sejak Oktober kata Ipi, sejumlah nelayan meningkatkan kewaspadaan saat melaut, diantaranya menepi jika cuaca tiba-tiba berubah.

Baca juga: Bojan Hodak dan Beckham Putra Jadi Pelatih dan Atlet Sepakbola Terfavorit Indonesia

"Gelombang tinggi ini sudah sejak awal Desember naik turun, dan hari ini nelayan juga libur melaut karena angin kencang cuaca buruk," ujarnya saat dihubungi Tribun.

Berdasarkan pengamatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), keberadaan Bibit Siklon Tropis 93S berpotensi tinggi berkembang menjadi siklon tropis pada 21 Desember 2025.

Siklon tropis adalah sistem cuaca bertekanan rendah yang terbentuk di atas perairan hangat wilayah tropis, ditandai dengan angin kencang yang berputar mengelilingi pusat badai. 

Dampak siklon tropis terhadap cuaca cukup signifikan, antara lain hujan lebat, angin kencang, gelombang laut tinggi, serta potensi banjir dan tanah longsor.

Dampak tersebut meliputi potensi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat di sejumlah wilayah, yakni Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved